Pasar Kelas Menengah Meningkat, Metland Andalkan Dua Proyek Ini

Total pendapatan usaha MTLA pada kuartal III 2016 sebesar Rp765 miliar, atau meningkat tipis 2% dibandingkan kuartal III 2015 yang mencapai Rp750 miliar.

Pasar-Kelas-Menengah-Meningkat,-Metland-Andalkan-Dua-Proyek-Ini

RumahHokie.com (Jakarta)PT Metropolitan Land, Tbk (MTLA) pada kuartal III 2016 mencetak laba sebesar Rp169 miliar, naik 6,2% dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp159 miliar.

Kenaikan laba dipicu oleh kenaikan pendapatan berulang (recurring income) dari hotel dan mal. Salah satu faktor lain adalah kebijakan pemerintah mengenai perubahan perhitungan PPH final yang semula 5% menjadi 2,5%.

Total pendapatan usaha MTLA pada kuartal III 2016 sebesar Rp765 miliar, atau meningkat tipis 2% dibandingkan kuartal III 2015 yang mencapai Rp750 miliar.

“Kami melihat pertumbuhan yang melandai untuk performa hingga kuartal ketiga dibanding periode yang sama tahun lalu. Pasalnya, peningkatan penjualan baru dirasakan sejak Agustus 2016, sehingga belum tercermin pada laporan keuangan kuartal ketiga,” ungkap Olivia Surodjo, Direktur Keuangan PT Metropolitan Land, Tbk (Metland) pada acara paparan publik, Senin (5/12/2016).

Hingga Oktober 2016, pendapatan dari marketing sales berasal dari penjualan properti sebesar Rp838,6 miliar (91,6% dari bujet 2016 sebesar Rp915 miliar).

Sementara itu, pendapatan berulang mencapai Rp373 miliar (93,2% dari bujet 2016 sebesar Rp400 miliar).

“Kami optimistis dapat mencapai target marketing sales hingga akhir tahun, yang hasilnya akan terlihat pada performa laporan keuangan Metland di tahun 2018,” jelas Thomas J. Angfendy, Presiden Direktur Metland.

Kelas Menengah Meningkat
Setelah sepanjang semester pertama mengandalkan penjualan dari proyek residensial kelas menengah dan menengah bawah, saat ini Metland mengalami peningkatan penjualan di proyek kelas menengah dan menengah atas, seperti proyek Metland Menteng dan Metland Transyogi.

Di kedua proyek ini terlihat peningkatan marketing sales masing-masing mencapai 61% dan 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kami melihat peningkatan di sektor properti salah satunya didorong oleh program tax amnesty yang diberlakukan pemerintah, di samping relaksasi kebijakan di sektor properti seperti LTV (loan to value) dan penurunan suku bunga KPR,” tutur Thomas.

Meski belum terlihat dampak signifikan, imbuhnya, namun Thomas menilai properti akan menjadi salah satu pilihan investor untuk menempatkan dananya.

Pencapaian 2016 dan Rencana 2017
Sepanjang 2016, Metland mencatatkan beberapa pencapaian, di antaranya pembukaan Metropolitan Mall Cileungsi yang memiliki tingkat okupansi mencapai 93,43% dan pembangunan Stasiun Telaga Murni di proyek Metland Cibitung.

Sementara itu, penjualan di Metland Cyber City telah dimulai sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat.

“Pekerjaan interchange sebagai akses langsung ke Metland Cyber City telah dibuka. Saat ini telah dipasarkan cluster East Terrace dengan total 67 unit rumah,” papar Olivia.

Anhar Sudradjat, Wakil Presiden Direktur Metland mengatakan, memasuki 2017, Metland memiliki beberapa agenda penting, seperti pembangunan Kaliana Apartment di kawasan komersial Urban City Metland Transyogi, kondotel di Bandar Lampung, Metropolitan Mall Cibitung, apartemen di Metland Tambun, serta memulai proyek mixed-use di Metland Cyber City.

Ground breaking tower pertama Kaliana Apartment akan dilakukan pada kuartal pertama 2017 mendatang,” jelas Anhar.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda