Pasar Kondominium Jakarta Belum Juga Bergairah

Pasar kondominium Jakarta belum terlalu bergairah. Banyak calon pembeli masih berhati-hati dalam menyikapi beberapa isu yang bergulir di Tanah Air.

Apartemen Jakarta-RumahHokie.com
Ilusrasi apartemen di Jakarta. (Foto : istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, JLL Indonesia melaporkan kondisi pasar kondominium atau apartemen di wilayah Jakarta dan sekitarnya, belum menunjukan gairah untuk tumbuh.

Disinyalir hal ini terjadi karena banyak calon pembeli masih berhati-hati dalam menyikapi beberapa isu yang bergulir di Tanah Air.

Dalam pemaparan ‘Jakarta Property Market Update Q2 2018′, Head of Research JLL Indonesia, James Taylor menjelaskan terdapat beberapa alasan mengapa tingkat penjualan pasar kondominium Ibukota mengalami penurunan 1%.

Jika pada periode sebelumnya tingkat penjualan hunian vertikal di wilayah Jakarta dan sekitarnya berada di angka 64%, kini pada kuartal-II 2018 menjadi 63%.

Baca Juga : Kuartal I-2018, Kondominium Jakarta Tetap Diminati Para Investor

“Penurunan terjadi karena beberapa faktor, seperti tidak stabilnya nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga kredit yang dinilai mahal hingga pasar sewa apartemen menurun. Belum lagi momen politik pada tahun depan juga memengaruhi,” kata James.

JLL Indonesia memaparkan kondominium yang terjual pada kuartal ini berjumlah sekitar 900 unit.  Sebagian besar yang berhasil laku di pasaran, datang dari apartemen kelas menengah dan menengah kebawah.

“Penjualan kondominium yang menarik minat pembeli masih berasal dari produk dengan harga yang terjangkau, akan tetapi memiliki ukuran yang relatif lebih kecil,” ujarnya.

Lebih lanjut James berujar, tren tersebut terlihat dari pasokan apartemen baru yang sebagian besar berukuran studio. Mereka melihat pasokan baru hanya ada satu proyek dengan estimasi sekitar 300 unit untuk 1 tower saja.

Baca Juga : Survei Bank Indonesia: Kenaikan Harga Rumah Terjadi di Semua Tipe

Dalam kesempatan yang sama, Head of Residential, Luke Rowe menambahkan jika dilihat kondominium yang selesai dibangun pada kuartal-II 2018 ini mencapai kurang lebih 8.000 unit.

Dengan tambahan pasokan baru tersebut, jumlah pasokan kondominium yang telah dibangun di Jakarta sudah mencapai 144.000 unit. “Kami memperkirakan hingga tahun 2022 akan ada penambahan pasokan kondominium sebanyak 53.000 unit,” ungkap Luke.

Meskipun pasar kondominium Jakarta tak terlalu bergairah pada kuartal ini, akan tetapi ketertarikan pembeli, baik untuk dipakai sendiri maupun sebagai investasi, tetap stabil.

Terutama pada apartemen dengan tipe kecil dengan harga yang murah serta dekat dengan akses mass rapid transit (MRT) dan light rapid transit (LRT).

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda