Pasar Perkantoran Hongkong Membaik, Bagaimana dengan Indonesia?

Laporan Asia Market Snapshot Q4 2017 yang dirilis oleh Colliers International menyebutkan segmen perkantoran di Hongkong, Shanghai dan Singapura menjadi fokus utama bagi para investor. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?.

Colliers International-Gedung perkantoran-RumahHokie.com-istimewa
Ilustrasi gedung perkantoran di Jakarta. (Foto : Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Colliers International, konsultan properti global, menyebutkan pasar investasi gedung perkantoran di Hongkong tengah mengalami kondisi yang bagus dan menandakan prospek bisnis yang membaik di negara tersebut.

Dalam laporan Asia Market Snapshot Q4 2017 yang dirilis pada Senin (29/01/2018) lalu, Terence Tang, Managing Director Capital Markets and Investment Services, Colliers International, Asia, mengatakan segmen perkantoran di Hongkong, Shanghai dan Singapura
menjadi fokus utama bagi para investor.

Lebih lanjut Terence melaporkan bahwa aktivitas investasi di Hongkong mendapatkan momentum pada kuartal IV-2017, dengan rekor baru di pasar perkantoran dan perumahan mewah. Contohnya properti Nicholson yang terjual dengan harga diatas USD16.700 per meter persegi.

Baca Juga : Tren Pasar Properti di China Alami Penguatan Daya Beli

“Iklim investasi di Hongkong berjalan positif tak terlepas dari pergerakan yang dilakukan oleh pengembang properti lokal dan daratan China yang agresif. Momentum kenaikan ini diperkirakan akan berlanjut sepanjang tahun 2018, terutama di sektor perkantoran dan perumahan,” terangnya.

Pasar Properti Indonesia
Berbeda dengan Hongkong, Colliers International juga melaporkan kondisi pasar properti di Indonesia yang diprediksi masih stagnan.

Hal itu tak terlepas dari para investor yang cenderung berhati-hati dan masih menunggu tren dan peluang yang terjadi di tahun 2018.

“Mereka masih mengukur kebijakan dan peraturan di tengah lingkungan politik yang tidak pasti. Namun, perubahan dan rencana pembangunan ambisius yang terbentuk di kawasan ini akan menjadi pendorong utama peluang pada 2018 dan seterusnya,” jelas Terence Tang.

Baca Juga : Pasokan Melimpah, Harga Sewa Perkantoran di Jakarta Alami Penurunan

Sementara itu, Steve Atherton, Direktur Jasa Pasar Modal dan Investasi, Colliers International Indonesia, menjelaskan bagi Indonesia, terdapat optimisme baru walaupun para investor asing di sektor properti bergerak lebih hati-hati.

“Banyak investor baru mencari hubungan jangka panjang dengan satu atau lebih pengembang lokal berpengalaman. Mereka dapat berinvestasi bersama dan mengembangkan beberapa proyek selama periode 5 tahun hingga 10 tahun ke depan,” ucap Steve.

Ia menambahkan, pada akhir pengembangan baru, minat pengembang asing sebagian besar masih berada di segmen apartemen menengah ke bawah, menengah dan menengah, serta pengembangan dan logistik campuran.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda