Pasar Perkantoran Sewa Jakarta Masih dalam Kondisi Stagnan

Colliers International Indonesia melihat, kondisi pasar properti Jakarta, khususnya gedung perkantoran, relatif tidak banyak perubahan dan tengah berada dalam fase tenant market.

Pasar Perkantoran Jakarta, Colliers International Indonesia
Ilustrasi pasar perkantoran Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kondisi pasar properti Jakarta di semua sektor pada kuartal I-2019 dinilai oleh konsultan real estat global, Colliers International Indonesia, cenderung berjalan stagnan.

Dalam laporan bertajuk Property Market Q1 2019, Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, memaparkan kondisi pasar properti Jakarta di hampir semua sektor relatif tidak banyak perubahan dan tengah berada dalam fase tenant market.

Contohnya saja pada sektor perkantoran di wilayah CBD dan non CBD. Dia mengatakan secara umum pasokan ruang sejak 2018 mengalami kenaikan, akan tetapi belum terserap pasar dengan cukup baik.

Baca Juga: Pasar Perkantoran Jakarta: Pasokan Melimpah, Okupansi Rendah

Kemudian, ditambah adanya pasokan ruang perkantoran Jakarta di kuartal I-2019, sebanyak 122.991 meter persegi yang datang dari gedung Sequis Tower dan Arkadia Tower G di kawasan TB. Simatupang.

Colliers memproyeksikan terdapat 14 proyek gedung perkantoran baru yang akan selesai dan masuk pasar Jakarta pada tahun ini.

“Dengan melimpahnya pasokan ruang, saat ini kami melihat secara umum kondisi pasar sewa perkantoran Jakarta sedang berada dalam fase tenant market situation. Hal ini membuat para tenant memilki kekuatan daya tawar dengan pemilik bangunan,” jelas Ferry Salanto, ketika jumpa awak media, Selasa (02/04/2019) di gedung World Trade Centre I, Sudirman.

Baca Juga: Pertumbuhan Infrastruktur Kawasan ASEAN Jadi Daya Tarik Investor

Menurutnya, dengan situasi itu tenant lebih leluasa dalam mengajukan tawar-menawar kepada pemilik gedung perkantoran yang tidak memiliki banyak pilihan, karena kondisi pasokan ruang melimpah.

Colliers International Indonesia memperkirakan tren pasokan ruang perkantoran akan berlanjut sepanjang tahun 2019. Kemudian, semakin melambat pada tahun 2020. “Kami berharap tahun depan akan terjadi perbaikan kondisi pada pasar sewa perkantoran Jakarta,” kata Ferry.

Untuk tingkat hunian sepanjang 2019, konsultan real estat global itu melihat masih tertekan dan diperkirakan akan mulai tumbuh pada tahun 2020.

Baca Juga: Implikasi Profil Penghuni Terhadap Strategi Investasi Properti Komersial

Sedangkan tarif sewa gedung kantor di kawasan CBD dilihat dari harga penawaran Ferry mengatakan akan mengalami sedikit kenaikan, namun tergolong belum ideal bagi pemilik bangunan.

“Di daerah CBD, gedung perkantoran yang masuk itu sudah pasti kualitasnya tinggi dan berada di grade A, dikarenakan harga tanahnya mahal. Dengan kualifikasi gedung grade A, mau tidak mau rental yang ditawarkan juga tinggi. Akan tetapi, jika berbicara dari sisi landlord kondisi saat ini belum terlalu ideal untuk mereka,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda