Pasar Properti Asia Menguat, Meski Diterpa Ketidakpastian Geopolitik

Pasar properti Asia mengalami dampak campuran dari ketegangan geopolitik di tengah suku bunga rendah yang terus-menerus dan ekspansi e-commerce.

pasar properti di Asia, Colliers International, Terence Tang
Ilustrasi pasar properti di Asia. (Foto: Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Aktivitas investor di pasar properti Asia masih berjalan positif, meskipun dibayangi kekhawatiran kondisi geopolitik pada kuartal IV-2019.

Berdasarkan laporan bertajuk Asia Market Snapshot Q4 2019 milik Colliers Internasional, bahkan di sebagian besar sektor properti di kawasan Asia tengah mengalami tren penguatan.

Terence Tang, Managing Director Capital Markets Asia Colliers International mengatakan secara keseluruhan optimisme pasar properti di Asia masih tetap terjaga.

“Kondisi tahun lalu penuh ketidakpastian, karena adanya ketegangan perdagangan AS-China serta suku bunga rendah yang kini masih berlanjut di pasar. Namun, kami optimistik prospek pertumbuhan jangka panjang akan terjadi di pasar properti utama Asia, seiring ditopang oleh fundamental yang kuat,” jelas Terence, seperti dilansir dari siaran pers, Rabu (05/02/2020).

Baca Juga: Iklim Pasar Properti Asia Diprediksi Memiliki Prospek yang Cerah

Hal itu menurutnya nampak pada kondisi pasar properti China yang mulai bersinar. Terence mengatakan, di Kota Shanghai dan Beijing, transaksi yang melibatkan berbagai sub-pasar di pinggiran kota mendominasi.

“Pencarian untuk opsi berbiaya lebih rendah, lebih tinggi menghasilkan minat yang semakin besar untuk properti komersial, termasuk kantor dan kawasan industri di Guangzhou dan Shenzhen,” paparnya.

Sementara itu, di sektor pasar gedung perkantoran Asia, menurut survei Colliers International, Kota Tokyo memimpin di pasar investasi.

“Tokyo menonjol sebagai pasar investasi utama Asia. Aset kantor di ibu kota (Tokyo) tetap menjadi yang teratas berkat naiknya tingkat okupansi dan kenaikan harga sewa ruang perkantoran,”kata Terence Tang.

Baca Juga: Investor Masih Aktif Mengambil Berbagai Peluang di Pasar Properti Asia

Dia lebih lanjut menambahkan, segmen ritel dan hotel utama juga mencatat kinerja yang solid, dibantu oleh kedatangan wisatawan.

Terence berujar, pada tahun 2020 dan seterusnya, unit perumahan yang lebih kecil dapat menarik perhatian di wilayah sekitar Tokyo.

Adapun untuk sektor e-commerce, Colliers menerangkan terdapat peningkatan di Korea Selatan. Suku bunga rendah dan likuiditas cukup membantu untuk mendorong transaksi di pasar properti Korea Selatan.

“Total volume transaksi untuk tahun ini mencapai USD9,6 miliar. Hampir menyamai kondisisi di tahun 2018,” paparnya.

Baca Juga: Insentif Kebijakan Pemerintah Picu Sektor Pergudangan Asia Bertumbuh

Transaksi pasar properti di Korea Selatan, Terence menuturkan terkonsentrasi oleh aktivitas investor pada aset kantor utama dan segmen pergudangan modern. Hal itu disebabkan oleh sektor e-commerce yang berkembang dan berkontribusi pada permintaan ruang.

Kondisi Pasar Properti di Indonesia
Tak berbeda jauh dengan negara di Asia lainnya, pasar properti di Tanah Air juga menjadi daya tarik para investor

Steve Atherton, Direktur Pasar Modal Indonesia Colliers International memaparkan, sejumlah investor asing tertarik menanamkan modalnya di area CBD Jakarta.

Baca Juga: Mengupas Model Bisnis Kawasan TOD di Jakarta dan Sekitarnya

“Beberapa investor luar negeri ingin menggunakan uang mereka bekerja di CBD Jakarta. Mungkin, investor di pasar saat ini adalah pemilik sekaliguspengguna yang dapat membeli seluruh bangunan strata title,” jelas Steve.

Di bidang infrastruktur, dia menambahkan semua investasi infrastruktur transit diprediksi menjadi incaran para investor.

“kami berharap pengembangan proyek berorientasi transit (TOD) yang sedang berlangsung di wilayah Jabodetabek, terangkat sebagai favorit yang jelas ke depan,” tandas Steve Atherton.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda