Pasar Properti Sydney Diprediksi Akan Bangkit di 2020

Menurut survei beberapa Lembaga, tanda-tanda stabilitas di pasar properti residensial Sydney, Australia, telah terlihat selama tiga bulan terakhir.

Reiza-Arief-crown-group-rumahhokie-dok2
Reiza Arief, Konsultan Properti Senior Crown Indonesia (Foto: Dok. Crown Group)

RumahHokie.com (Jakarta) – Aktivitas pembeli properti dalam tiga bulan terakhir di Sydney, Australia tercatat mengalami lonjakan, dimana tingkat kepercayaan pembeli pun meningkat.

Hal ini disinyalir merupakan reaksi dari hasil Pemilu yang baru-baru ini dimenangi oleh Partai Liberal. Demikian hasil survei terbaru ANZ/Dewan Properti Australia dan data harga hunian dari CoreLogic.

Baca Juga: Pemilu dan Suku Bunga Dongkrak Permintaan Properti di Australia

Kondisi ini, di sisi lain, semakin didorong oleh keputusan terkini dari Australian Prudential Regulation Authority (APRA) yang melonggarkan pembatasan pinjaman untuk pembeli rumah—dan yang terbaru adalah penurunan suku bunga.

Head of Australian Economics ANZ, David Plank mengatakan, tanda-tanda stabilitas di pasar properti residensial Sydney telah terlihat selama tiga bulan terakhir.

Baca Juga: Iwan Sunito: Dalam 25 Tahun, Harga Apartemen di Australia Bisa Naik 300%

“Beberapa bulan terakhir terjadi penurunan suku bunga, usulan perubahan suku bunga dasar oleh pemerintah, dan dihilangkannya peluang ketidakpastian dari dampak kemungkinan perubahan kebijakan pajak telah mendorong sentimen positif terhadap industri hunian,” kata David Plank.

Properti Sydney dan Melbourne
Sementara itu, menurut data terbaru CoreLogic, nilai hunian di Sydney dan Melbourne tercatat sedikit mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2% pada Juni 2019.

Kepala penelitian CoreLogic, Cameron Kusher menyatakan, sepanjang tahun ini telah terjadi penurunan secara konsisten di Sydney dan Melbourne, namun sepertinya kondisi yang terburuk telah lewat.

Baca Juga: Mengintip Kemewahan SKYE Suites Sydney Milik Crown Group

Dia menurutkan, Sydney dan Melbourne tampaknya merespons dengan sangat baik hasil pemilu di bulan Mei dan kebijakan penurunan suku bunga.

“Saya pikir hal ini dimungkinkan karena kedua kota ini masih memiliki tingkat pengangguran yang rendah, pertumbuhan pekerjaan yang baik, dan ekonomi yang kuat, adalah beberapa hal yang tidak dimiliiki oleh kota lainnya di Australia,” tutur Cameron Kusher.

Kembali Kuat di 2020
Menanggapi situasi tersebut, Konsultan Properti Senior Crown Group Indonesia, Reiza Arief mengatakan bahwa ini adalah tanda-tanda positif yang menunjukkan pasar akan kembali kuat di 2020.

“Pasar properti Australia secara historis mengalami koreksi setiap lima atau enam tahun, namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan populasi yang sehat, pasar terus melambung dan secara statistik meningkat dari tahun ke tahun,” kata Reiza Arief. “Kawasan pinggiran kota selalu diminati dan sewa selalu kuat.”

Baca Juga: Harga Hunian di Australia Diprediksi Meningkat Satu Digit Tahun Ini

Dia memberi contoh, salah satu bangunan tempat tinggal paling ikonik di Sydney, Infinity by Crown Group, yang baru-baru ini telah selesai dibangun, hanya membutuhkan waktu enam pekan saja untuk menyewakan 60% dari total unit yang tersedia.

“Ini menunjukkan bahwa selalu ada permintaan untuk tempat tinggal yang indah dan nyaman di kawasan pinggiran kota, seperti yang selama ini ditawarkan oleh Crown Group,” tuturnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda