Pasar Prospektif, Adhi Persada Properti Pasarkan Tiga Proyek Rumah Tapak

Saat ini portofolio rumah tapak Adhi Persada Properti baru mencapai 15%, namun ke depan akan ditingkatkan menjadi 30% - 35%.

APP-adhi-persada-properti-IPEX-2019-pulung-prahasto-wahyuni-sutantri-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Pulung Prahasto, Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha dan Wahyuni Sutantri, Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)PT Adhi Persada Properti (APP) menilai pasar rumah tapak masih sangat besar dan prospektif. Hal ini membuat anak usaha PT Adhi Karya (Persero), Tbk. ini kian agresif dalam mengembangkan hunian tapak di portofolio proyeknya.

Pulung Prahasto, Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti mengatakan, potensi hunian tapak ke depan akan tumbuh stabil, seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Baca Juga: Gandeng PPD, APP Buka Rute Bus dari Grand Dhika City Jatiwarna

Dia optimistis, dengan konsep hunian tapak yang memiliki halaman, serta status kepemilikannya, akan menjadikan hunian ini tetap menjadi pilihan masyarakat, khususnya yang mencari hunian pertama.

“Berbeda segmen dengan hunian vertikal yang rata-rata menjadi pilihan untuk investasi bagi investor, keberadaan hunian tapak merupakan pilihan bagi masyarakat yang mencari hunian untuk ditinggali,” kata Pulung Prahasto kepada sejumlah awak media di ajang Indonesia Properti Expo, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Baca Juga: Andalkan Akses LRT, ­Adhi Persada Properti Rilis The Conexio

Saat ini, imbuh Pulung, dari 23 proyek yang tengah dikembangkan APP, ada tiga proyek hunian tapak, yakni Taman Dhika Sidoarjo Kota (Sidoarjo, Jawa Timur), Taman Dhika Batu Tulis (Bogor), dan The Anggana Village (Cibinong, Bogor).

Menurutnya, konsep hunian tapak yang dikembangkan APP ini disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, baik dari sisi penataan lingkungan, kualitas bangunan, fasilitas dan lain-lain.

“Untuk ketiga hunian tapak yang sedang berjalan ini, nilai proyeknya mencapai sekitar Rp2 triliun, terdiri dari Rp750 miliar untuk Taman Dhika Sidoarjo Kota, Rp250 miliar untuk Taman Dhika Batu Tulis, dan Rp1 triliun untuk The Anggana Village,” tutur Pulung.

Tiga Proyek Rumah Tapak Teranyar
Lebih lanjut dia menjelaskan, Taman Dhika Batu Tulis dikembangkan di atas lahan seluas 10 hektar dengan jumlah hunian sebanyak 400 unit.

Dipasarkan mulai Rp670 juta per unit, kawasan hunian ini menyediakan berbagi tipe sesuai dengan kebutuhan konsumen seperti Salvia (36/72), Acasia (45/112), dan Verbenna (54/112).

“Hunian tapak di Bogor ini cukup mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terbukti dari penjualannya yang sudah mencapai 60%,” kata Pulung.

Baca Juga: APP Bangun 300.000 Hunian di Proyek Adhigraha Nusantara

Masih di kawasan Bogor, tepatnya di dekat Stadion Pakansari, Cibinong, APP menawarkan rumah tapak bertajuk The Anggana Village. Dengan luas lahan mencapai 8,5 hektar, hunian berkonsep “smart living” ini akan dilengkapi infrastruktur terintegrasi untuk mendukung penerapan teknologi terkini yang dapat memudahkan kebutuhan para penghuninya.

“Hunian yang menyasar generasi milenial dan keluarga muda ini ditawarkan mulai Rp800 juta hingga Rp1 miliar per unit. Dan hingga saat ini, The Anggana Village telah terserap sekitar 45%,” papar Pulung.

Sementara itu, Taman Dhika Sidoarjo Kota membidik pasar kelas menengah di Surabaya dan sekitarnya. Dengan lahan pengembangan seluas 30 hektar, Taman Dhika Sidoarjo Kota merangkum lebih dari 1.200 unit rumah dengan harga mulai Rp700 juta-an.

“Saat ini penjualan Taman Dhika Sidoarjo Kota telah mencapai 70%,” ungkapnya.

Target Naik Jadi 35%
Pada kesempatan yang sama, Wahyuni Sutantri, Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti mengatakan, di tengah lesunya pertumbuhan hunian vertikal, proyek hunian tapak yang dipasarkan APP mendapatkan respon positif dari masyarakat.

“Terlebih melihat angka penjualan 2019 yang cukup tinggi, membuat kami optimistis ke depan bahwa segmen ini masih memiliki potensi yang tinggi untuk ditawarkan kepada masyarakat,” jelas Tantri—demikian dia akrab disapa.

Wahyuni Sutantri menuturkan, sebelum tiga proyek rumah tapak ini, APP juga telah mengembangkan beberapa proyek, yaitu Taman Dhika Cinere dan Taman Dhika Ciracas pada 2016 dengan total nilai proyek mencapai hampir Rp80 miliar.

Baca Juga: Kembangkan Apartemen Mahasiswa, APP Raih Pendapatan Signifikan

Sementara, Pulung menjelaskan, saat ini portofolio rumah tapak APP baru mencapai 15%, namun ke depan akan ditingkatkan menjadi 30% – 35%.

Dia mengungkapkan di 2020 mendatang pihaknya akan memperkenalkan enam proyek, yakni dua proyek apartemen kampus dan empat proyek rumah tapak di Sentul (dengan lahan 14 hektar), Surabaya (12 hektar), serta dua proyek di kawasan Cibubur (masing-masing 9 dan 12 hektar).

“Untuk enam proyek ini, kami menggelontorkan investasi sekitar Rp1,5 triliun,” pungkas Pulung.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda