Pasar Rumah Secondary di Kawasan Serpong Terus Menggeliat

Meski harga rumah di kawasan ini terus meningkat, kebutuhan hunian tapak di Serpong masih terus diburu oleh konsumen.

kawasan gading serpong
Pengembang besar seperti Summarecon dan Paramount terus berinovasi khususnya di segmentasi landed house.

RumahHokie.com (Serpong) – Sepanjang kuartal I tahun 2017, pasar properti di kawasan satu ini berangsur membaik. Pelaku bisnis di wilayah tersebut mengatakan, bisnis properti mulai menggeliat.

“Membaiknya pasar properti di Serpong mulai terasa sejak akhir tahun 2016,” ungkap Rita Megawati, Principle LJ Hooker Gading Serpong.

Menurut Rita, ketimbang dua tahun sebelumnya, Serpong kini telah memperlihatkan geliat bisnisnya yang terus membaik, khususnya secondary market.

Baca juga: Mau Investasi Properti di Kawasan Serpong, Ini Rekomendasinya

“Berbeda dengan primary market, penyerapannya belum bisa secepat empat tahun lalu. Segmentasi pasar tersebut masih butuh waktu untuk menarik hati konsumen,” paparnya.

Lebih lanjut Rita mengatakan, penyerapan yang terjadi justru lebih banyak didominasi oleh end user, karena mereka membutuhkan rumah yang siap huni.

“Ketimbang investor, penyerapan properti seken di Serpong perbandingannya lebih banyak terserap oleh end user, persentasinya 70% end user dan 30% investor,” urainya.

Menurut Rita, saat ini justru terbalik, properti seken lebih mudah terjual dibandingkan properti baru. Masa kejayaan pasar primary terjadi tiga atau empat tahun lalu. Pasar tersebut punya daya tarik khusus terutama cara pembayarannya yang fleksibel.

Pasar Kelas Menengah Menjamur
Secara makro, pasar properti Serpong saat ini lebih banyak diminati oleh masyarakat kalangan menengah atas. Segmentasi yang menjamur dan bertumbuh baik terutama rumah seharga Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar.

“Kebanyakan properti yang terus diminati konsumen adalah rumah. Pembelinya merupakan kalangan masyarakat yang ingin meningkatkan strata sosialnya,” ungkap Rita.

“Umumnya, mereka yang membeli rumah di kawasan Serpong selain untuk tempat tinggal sendiri, rumah tersebut dibeli untuk anaknya yang kuliah atau sekolah di Serpong,” imbuhnya.

Artinya kata Rita, walau harga rumah di kawasan ini terus meningkat, kebutuhan hunian tapak di Serpong masih terus diburu. Indikasinya, pertumbuhan sektor lain terus mengimbangi kebutuhan hunian.

Selain rumah, sejumlah sektor yang terus bertumbuh di kawasan ini diantaranya apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat bisnis dan kawasan pendidikan.

“Dari semua sektor yang ada, LJ Hooker Gading Serpong lebih mendominasi memasarkan rumah. Selain itu kami juga kerap memasarkan ruko, tanah kavling dan apartemen,” kupas Rita.

Bahkan menurut datanya, beberapa pengembang besar seperti Summarecon dan Paramount terus berinovasi khususnya di segmentasi pasar landed house.

Dedy Mulyadi

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda