Pasarkan Sejumlah Proyek, Eagle Tree Gandeng Developer

Selain membidik pasar Bintaro, Eagle Tree juga membuka kantor di Serpong pasar untuk mengembangkan sayap bisnisnya di kawasan tersebut.

Menurut Dewo, harga properti primary di Bintaro yang masih dapat terserap pasar dengan baik adalah di bawah Rp1,5 miliar.

RumahHokie.com (Bintaro) – Menggeliatnya sektor properti di kawasan satu ini menarik sejumlah kantor agen untuk hadir, satu diantaranya adalah Eagle Tree.

Selain menguasai pasar secondary di Bintaro dan sekitarnya, kantor agen properti satu ini juga dikenal handal memasarkan pasar primary.

“Untuk bisa eksis di Bintaro, saat ini kami mempunyai agen hingga 20 marketing. Satu group dengan kantor agen ini, kami juga mengembangkan bisnis sebagai developer,” ungkap Basudewo, Principal Eagle Tree.

Baca juga: Harga Rumah Meroket, Apartemen Jadi Ceruk Bisnis Baru di Bintaro

Secara global kata Dewo sapaan Basudewo, pasar yang masih mendominasi di Bintaro adalah hunian tapak 60%. Sisanya yaitu pasar apartemen.

Profil pembeli terbesar properti di kawasan ini masih didominasi oleh masyarakat sekitar Bintaro, Jakarta Selatan dan Serpong.

Menurut Dewo, harga properti primary di Bintaro yang masih dapat terserap pasar dengan baik adalah di bawah Rp1,5 miliar.

“Kalau pasar secondary yang masih diminati pasar berada dikisaran sampai Rp3 miliar. Daya beli masyarakat di Bintaro sendiri cukup potensial,” terangnya.

Selain membidik pasar Bintaro, Eagle Tree juga membuka kantor di Serpong pasar untuk mengembangkan sayap bisnisnya di kawasan itu.

Perluas Jaringan
“Tak hanya fokus memasarkan properti di Bintaro saja, kami juga memperluas jaringan hingga ke wilayah Paramount Serpong, Alam Sutera dan sekitar wilayah Tangerang Selatan,” ujar Dewo.

Bicara soal pengalaman, pria satu ini punya cerita khusus selama menjalankan bisnis broker. Pernah suatu ketika, Dewo dan tim sempat mencetak transaksi fantastis pada 2015.

“Saat itu, kami sempat dipercaya pihak developer untuk membantu pemasaran proyek properti. Hasilnya lumayan memuaskan dan angkanya fantasitis,” ucapnya tersenyum.

Untuk bisa eksis hingga kini, Eagle Tree juga kerap menggandeng beberapa developer untuk memasarkan sejumlah proyek, termasuk landed house dan apartemen.

“Strategi ini kami lakukan untuk bisa bersinergi dengan pihak pengembang. Satu sisi ini akan saling menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang,” tegasnya.

Meski sempat mengalami pasang surut dalam menjual properti, Basudewo yakin bisnisnya itu akan tetap berjalan.

“Kami yakin, jika bisnis ini dijalankan dengan ketulusan hati dan fokus, kedepan bisnis ini akan memberikan keuntungan bagi semua pihak, termasuk tim marketing Eagle Tree,” pungkas Dewo.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda