Perlu Diketahui, Aturan Baru Harga Rumah Subsidi 2019 – 2020

Dalam aturan baru ini, pembagian jumlah zona wilayah disederhanakan menjadi hanya lima wilayah, sementara batasan harga jual diatur hanya untuk dua tahun.

rumah-subsidi-sederhana-MBR-Cileungsi-rumahhokie-by-anto-erawan-dok2
Rumah subsidi (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Setelah lama ditunggu, akhir Mei lalu Pemerintah melalui Departemen Keuangan, mengeluarkan aturan baru patokan harga rumah subsidi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81/PMK.010/2019.

Regulasi ini merupakan kelanjutan PMK No. 113/PMK.03/2014. Dalam aturan baru ini, pembagian jumlah zona wilayah disederhanakan menjadi hanya lima wilayah dari sebelumnya sembilan zona.

Selain itu, batasan harga jual pembebasan PPN yang sebelumnya dibagi per lima tahun, kini hanya untuk dua tahun: 2019 dan 2020.

Baca Juga: Ini Dia Rumah Subsidi di Kawasan Bekasi, Tangerang, dan Bogor

Untuk wilayah Jawa (minus Jabodetabek) dan Sumatera (minus Bangka Belitung dan Kepulauan Mentawai), patokan harga jual rumah yang mendapatkan pembebasan PPN (rumah subsidi) Rp140 juta pada 2019 dan Rp150,5 juta pada 2020.

Wilayah Kalimantan (kecuali wilayah Kabupaten Murung Raya dan Mahakam Hulu) harga jual rumah subsidi maksimal Rp153 juta di 2019 dan Rp164,5 juta di 2020.

Baca Juga: Inilah 25 Bank Penyalur KPR Rumah Subsidi di 2019

Wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) harga rumah subsidi di 2019 maksimal Rp146 juta sementara di 2020 sebesar Rp156,5 juta.

Di wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, serta Kabupaten Mahakam Ulu, patokan harga rumah subsidi adalah Rp158 juta di 2019 dan Rp168 juta di 2020.

Sementara itu, harga rumah subsidi paling tinggi diberlakukan di provinsi Papua dan Papua Barat, yakni Rp212 juta di 2019 dan Rp219 juta di 2020.

Baca Juga: Sukseskan Program Perumahan Rakyat, Ini Dua Usulan REI untuk Pemerintah

Kendati demikian, untuk mendapatkan fasilitas subsidi tersebut, ada enam kriteria yang harus dipenuhi sebuah rumah sederhana:
(1) Luas rumah tidak lebih dari 36 m2.
(2) Luas tanah tidak kurang dari 60 m2.
(3) Tidak melebihi batasan harga jual sesuai zona dan tahun yang berlaku.
(4) Rumah pertama yang dimiliki oleh orang perseorangan yang masuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
(5) Digunakan sendiri sebagai tempat tinggal dan tidak dijual dalam jangka waktu empat tahun sejak dimiliki.
(6) Perolehan secara tunai atau dengan fasilitas KPR subsidi maupun non-subsidi. Bisa juga menggunakan pembiayaan syariah.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda