Pekerja Informal Berpenghasilan Rp1,8 Juta Kini Bisa Dapat KPR

KPR Mikro Perumahan mengizinkan masyarakat berpenghasilan tidak tetap—seperti pedagang, petani, dan nelayan—memiliki rumah dengan angsuran ringan.

Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono optimistis program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro Perumahan yang dilakukan Bank BTN akan mendongkrak capaian Program Sejuta Rumah tahun ini.

Basuki beralasan, program tersebut mengizinkan masyarakat berpenghasilan tidak tetap—seperti pedagang, petani, nelayan, dan lain-lain—memiliki rumah dengan angsuran ringan.

KPR Mikro Perumahan untuk masyarakat yang bekerja di sektor informal sangat baik dan mendukung pelaksanaan Program Sejuta Rumah,” kata Basuki dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Dia menjelaskan, terobosan Bank BTN tersebut tentunya sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mempermudah akses seluruh masyarakat supaya dapat memiliki rumah impiannya sendiri. Apalagi kebutuhan rumah masyarakat, baik itu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non MBR dari tahun ke tahun akan terus meningkat.

“Jika tahun lalu capaian Program Sejuta Rumah bisa mencapai angka 800 ribu lebih maka tahun ini tentunya kami harap bisa lebih ditingkatkan capaiannya,” kata Basuki berharap.

Pekerja Informal Capai 60%
Lebih lanjut, Basuki menuturkan, Pemerintah juga memiliki bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Adapun penyalurannya KPR FLPP tersebut dilaksanakan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) KemenPUPR bekerjasama dengan berbagai bank nasional maupun bank pembangunan daerah.

Saat ini jumlah pekerja di Indonesia diperkirakan mencapai angka lebih dari 120 juta orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 40% di antaranya bekerja di sektor formal dan 60% bekerja di sektor non formal.

“Yang bekerja di sektor non formal itu termasuk para penjual mie dan bakso yang tergabung dalam asosiasi pedagang mie dan bakso. Dan target KPR Mikro tersebut adalah mereka yang tergabung dalam asosiasi tersebut. Kalau pemerintah membantu mereka yang bekerja di sektor formal melalui KPR FLPP tentu bank juga boleh membantu masyarakat di sektor non formal untuk memiliki rumah,” katanya.

Sebagai informasi, Bank BTN meluncurkan produk KPR BTN Mikro di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/2/2017).  KPR Mikro tersebut diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi MBR di sektor informal.

Menurut data, jumlah penduduk berpendapatan tidak tetap sekitar 6,5 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk KPR Mikro tersebut membidik masyarakat dengan penghasilan rata-rata Rp1,8 juta hingga Rp2,8 juta per bulan yang hingga kini belum tersentuh perbankan.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda