Pelonggaran LTV Disinyalir Belum Bisa Mendongkrak Industri Properti

Pelonggaran LTV dan FTV didasari oleh pertimbangan sebagai penyempurna ketentuan yang dilakukan BI pada 2016 lalu dan dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan KPR.

rumah sederhana - subsidi - cileungsi - rumahhokie.com
(Foto : Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Demi mendongkrak pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di sektor properti secara nasional, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) dan Financial to Value yang akan mulai diterapkan 01 Agustus 2018 nanti.

Kebijakan pelonggaran LTV dan FTV didasari oleh pertimbangan sebagai penyempurna ketentuan yang dilakukan BI pada 2016 lalu dan dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan KPR, namun belum cukup optimal.

Langkah tersebut meliputi aspek pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pendanaan properti.

Baca Juga : Kebijakan Relaksaksi LTV Pengaruhi Strategi Bisnis Pengembang Properti

Ditemui oleh RumahHokie.com, Rabu (18/07/208) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto mengatakan kebijakan pelonggaran LTV yang pernah diberikan beberapa waktu sebelumnya dinilai tidak berdampak.

“Kami memperkirakan (pelonggran LTV) tidak terlalu banyak dampaknya terhadap penjualan perumahan. Justru yang diharapkan adalah stabilisasi dari industri itu sendiri,” ujar Vivin.

Baca Juga : Pelonggaran LTV Salah Satu Upaya Meningkatnya KPR

Ia kembali melanjutkan, karena masyarakat membeli rumah dengan mortgage atau cicilan dari bank, maka yang mereka harapkan adalah pembayaran bunga tetap dan tidak terlalu mahal.

“Jika melihat bunganya juga naik, sebetulnya yang kita lihat lebih penting adalah stabilisai nilai bunga KPR.” ujar Vivin.

Apabila dilihat dari pengalaman sebelumnya, Vivin mengatakan pelonggaran LTV belum banyak membawa dampak kepada industri properti Tanah Air.

Baca Juga : Inilah Aturan Baru Uang Muka KPR yang Ditetapkan Bank Indonesia

“Kami akan melihat tren lebih lanjut perkembangannya nanti di Agustus. Kami berharap bisa menggerakan penjualan di sektor properti, khususnya perumahan. Namun, kalau dilihat yang historical-nya waktu itu belum terlalu berpengaruh,” ucapnya.

Sebagai tambahan informasi, LTV merupakan rasio antara nilai kredit atau pembiayaan yang dapat diberikan bank kepada konsumen untuk terhadap nilai agunan. Contohnya, bila LTV 85%, maka uang muka yang harus dibayar adalah 15%.

Relaksaksi LTV diterapkan melalui cara pelonggaran uang muka sebesar 0% atau tanpa membayar downpayment (DP) untuk konsumen rumah pertama.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda