Pelonggaran LTV Salah Satu Upaya Meningkatnya KPR

Selain kebijakan soal LTV Inden, Tax Amnesty dan BI Rate yang rendah, Pemerintah diharapkan memiliki terobosan baru untuk mendongkrak pembiayaan kepemilikan rumah.

sutadi bri-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Sutadi: Dari data BRI, total penyerapan KPR di Jawa Barat tercatat 101,367 miliar hingga Maret 2017. Pertumbuhan KPR (September 2016 – Maret 2017 tercatat 14,21% dengan rata-rata NPL 2,73.

RumahHokie.com (Jakarta) – Penyediaan rumah rakyat masih menjadi fokus penting Pemerintah. Peran penyedia bukan hanya pihak developer tapi juga perbankan, sebagai dukungan nyata di sektor properti.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2015, sedikitnya masih ada sekitar 11,38 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah.

Angka tersebut tentu menjadi perhatian terutama bagi pihak perbankan.

Menurut Sutadi Prayitno, Executive Vice President PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, untuk meningkatkan pembiayaan kepemilikan rumah bagi masyarakat, diperlukan kebijakan yang inovatif, disamping kebijakan soal LTV Inden, Tax Amnesty, BI Rate yang rendah, pajak PPH, DIRE (Dana Investasi Real Estate) dan regulasi kepemilikan asing, Selasa, 23/5/2017.

Baca juga: Bank BRI Luncurkan Home Ownership Program

“Dengan adanya inovasi baru, diharapkan perekonomian Indonesia akan kembali stabil di 2017,” ucapnya.

Menurutnya, fokus Pemerintah soal pembangunan infrastruktur hingga 2020 juga diharapkan bakal mendongkrak sektor riil (perumahan), dimana terdapat 174 industri turunan yang terlibat dalam suatu proyek perumahan.

Dalam paparannya Sutadi menjelaskan, potensi pasar terbesar berada di sektor kawasan industri, perumahan, apartemen menengah bawah, mall dan hotel.

Kebijakan Industri Properti
Untuk menggali potensi itu, peran Pemerintah diharapkan bisa mendorong beberapa kebijakan guna merangsang industri properti nasional.

“Salah satu kebijakan yang diharapkan bisa menggairahkan sektor ini diantaranya adalah menciptakan tatanan pelaksanaan kawasan perumahan dan permukiman, memberikan kepastian hukum,” papar Sutadi.

Adanya kebijakan pelonggaran LTV kata Sutadi, menunjukkan dampak terhadap meningkatnya KPR. Peningkatan kredit properti terjadi pada tipe 22-70m2.

“Melalui kebijakan itu, perkembangan KPR cenderung meningkat sejak awal tahun 2017. Penyerapan KPR terbesar BRI berdasarkan provinsi berada di wilayah Jawa Barat,” urai Sutadi.

Dari data BRI, total penyerapan KPR di Jawa Barat tercatat 101,367 miliar hingga Maret 2017. Pertumbuhan KPR (September 2016 – Maret 2017 tercatat 14,21% dengan rata-rata NPL 2,73.

Menurut Sutadi, beberapa faktor penghambat pertumbuhan pembiayaan diantaranya adalah adanya gap antara kebutuhan rumah baru (800.000 unit pertahun) dengan kapasitas bangunan (250.000-400.000 unit pertahun).

Hal lain yang jadi penghambat dari sisi pembiayaan diantaranya adalah dana perbankan umumnya berjangka pendek, sehingga rentan maturity mismacth. Sedangkan penyediaan dana jangka panjang oleh pasar modal belum memadai.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda