Peluang Menjanjikan, Bank BTN Ajak Pengembang NTT Bangun Rumah Rakyat

Di Nusa Tenggara Timur, ekonomi tumbuh sebesar 5,01% pada kuartal II-2017 atau sama dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional.

bank btn - NTT - rumah rakyat - rumahhokie-dok
Sektor real estat baru menyumbang 2,58% terhadap produk domestik bruto (PDB) NTT (Foto: Dok. Bank BTN)

RumahHokie.com (Kupang) – Melihat potensi bisnis properti yang masih besar dan berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung ekspansi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (Bank BTN) mengajak para pengembang di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memacu pertumbuhan sektor perumahan.

Kepala Ekonom Bank BTN, Winang Budoyo mengatakan, potensi bisnis di Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi di KTI mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi di banding kawasan lainnya.

Baca Juga: Catatkan Laba Rp2 Triliun di Kuartal III-2017, BTN Optimistis Tutup Tahun Ini dengan Manis

“Per kuartal II-2017, ekonomi KTI tercatat tumbuh 3,14% atau naik 65 basis poin (bps) quater-on-quarter (qoq) dari 2,49% di kuartal sebelumnya,” tutur Winang dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Rabu (25/10/2017).

Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi di Jawa pada kuartal II-2016 turun 27 bps (qoq), Kalimantan turun 50 bps (qoq), Sulawesi turun 35 bps (qoq), Sumatera stabil, sementara Maluku dan Papua tumbuh 48 bps (qoq).

Di NTT, lanjut Winang, ekonomi tumbuh sebesar 5,01% pada kuartal II-2017 atau sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor real estat baru menyumbang 2,58% terhadap produk domestik bruto (PDB) NTT.

Namun, pertumbuhan sektor real estat telah mencapai 5,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2017. Angka ini jauh melonjak dari pertumbuhan pada kuartal I-2016 yang hanya sebesar 2,94%.

Infrastruktur dan Program Sejuta Rumah
Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan pembangunan perumahan di Kabupaten Manggarai Barat, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang dalam rangka program 3.000 unit rumah subsidi pada 2017.

Momentum pertumbuhan di sektor real estat ini menjadi potensi untuk bisnis perumahan, terutama di NTT. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur, terutama jalan yang membuka akses lahan yang lebih besar.

Baca Juga: Rangkul Empat Perusahaan, Bank BTN Kucurkan KPR Rp1,03 Triliun

“Pengembangan sektor properti pun sejalan dengan Program Sejuta Rumah sehingga pemerintah memberikan berbagai bantuan subsidi pembiayaan agar masyarakat mudah memiliki rumah,” jelas Winang.

Sementara itu, sejalan dengan pertumbuhan bisnis properti di NTT, Kantor Cabang Bank BTN di Kupang pun mencatatkan kenaikan positif kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kontruksi.

Per September 2017, KPR Bank BTN di Kupang tercatat naik 45,31% (yoy) dari Rp29,02 miliar di September 2016 menjadi Rp53,06 miliar. Kredit konstruksi Bank BTN di Kupang pun naik 60,49% (yoy) dari Rp65,02 miliar pada kuartal III-2016.

Stimulus Kebijakan Pemerintah
Menurut Winang, adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus untuk sektor properti pun menjadi peluang bisnis bagi para pengembang.

Berbagai stimulus tersebut seperti relaksasi ketentuan loan to value atau financing to value (LTV/FTV) sejak Juni 2015. Pemerintah pun berencana akan kembali memberikan stimulus untuk sektor properti melalui kebijakan LTV/FTV spasial atau berdasarkan wilayah.

“Relaksasi tersebut memiliki efek pengganda yang besar karena sektor properti terkait dengan hampir 170 sektor lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Optimalkan Kredit Konstruksi, Bank BTN Gunakan Digital Marketing

Secara nasional, sektor properti pun masih memiliki ruang yang besar untuk digarap, karena kontribusi bidang tersebut yang baru berkisar 2,5% hingga 2,8% terhadap PDB nasional.

Selain itu, bonus demografi Indonesia serta tingkat suku bunga acuan yang masih rendah membuat sektor properti masih potensial. Di Indonesia juga masih ada 11,38 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah (backlog kepemilikan) dan 6,09 juta kepala keluarga yang tinggal menumpang (backlog keterhunian).

Sebagai informasi, secara nasional per September 2017, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 21,16% (yoy) dari Rp110,85 triliun di September 2016 menjadi Rp134,31 triliun.

Kredit konstruksi pun naik 17,87% (yoy) dari Rp20,56 triliun pada kuartal III-2017 menjadi Rp24,23 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda