Pembangunan Akses Tol Daya Tarik Konsumen Melirik Pasar Cinere

Pasar properti seken di kawasan ini lebih menggiurkan ketimbang properti baru termasuk apartemen. Kecenderungan konsumen melirik Cinere terkait pembangunan tol.

Harga rumah di Cinere minimal diatas Rp1 miliar dengan kisaran luas tanah 120 meter persegi (dua lantai).

RumahHokie.com (Cinere) – Kawasan satu ini memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen properti. Selain dikenal sebagai perumahan elit sejak lama, wilayahnya juga telah bertumbuh segudang fasilitas.

Tak heran jika para konsumen, end user dan investor melirik kawasan Cinere, Depok. Selain dekat Jakarta Selatan, maraknya pasar properti di kawasan tersebut mempunyai prospek menjanjikan.

Menggeliatnya sektor itu menjadi alasan kuat para agen properti untuk hadir mengepung wilayah Cinere. Selain menjamur hunian baru, ceruk bisnis pasar secondary juga menggiurkan.

Baca juga: Megapolitan Developments Gelar Pameran Properti Imajinatif dan Interaktif

“Meski baru hadir satu tahun di Cinere, tapi kami berhasil menjadi mitra bagi konsumen yang hendak mencari properti di wilayah ini,” ungkap Jajang Kusnadi, Principal Sunrise Properti.

Menurut Jajang, karena lokasinya dekat pusat perkantoran TB Simatupang dan Pondok Indah, pasar properti Cinere kini menjadi salah satu pilihan favorit untuk tempat tinggal.

“Di wilayah ini, kami telah banyak menjual properti, terutama rumah. Bagi kami, pasar seken merupakan ceruk bisnis paling gurih,” ujarnya.

Kecendrungan konsumen melirik Cinere salah satunya terkait adanya pembangunan tol yang bakal menghubungkan kawasan tersebut.

Listing kami kebanyakan berada di wilayah Cinere dan sekitarnya, ada juga di area Jakarta Selatan dan Bintaro. Harga rumah di sini minimal diatas Rp1 miliar dengan kisaran luas tanah 120 meter persegi (dua lantai),” papar Jajang.

Selain menjaring pasar Cinere, Sunrise Properti juga memasarkan rumah hingga wilayah Depok-Citayam, dengan kisaran harga mulai Rp250 juta sampai Rp350 juta.

“Kami juga bekerjasama dengan para pengembang besar dan kecil. Hanya saja, kami berusaha untuk menjadi specialis dalam memasarkan properti seken,” urainya.

Specialis Pasar Seken
“Kami lebih suka memasarkan properti seken ketimbang properti baru termasuk apartemen. Mungkin ini gaya pemasaran kami. Geliat pasar apartemen tidak seperti rumah, konsumen masih belum terlalu tertarik untuk memiliki apartemen,” imbuh Jajang.

Secara umum kata Jajang, kecenderungan masyarakat Indonesia masih menyukai rumah ketimbang apartemen. Beda dengan investor, mereka lebih memilih untuk disewakan.

Untuk bisa eksis di bisnis broker, Sunrise Properti diperkuat oleh 50 marketing. Dalam sebulan pihaknya pernah mencapai transaksi Rp20 miliar. “Bagi kami, angka itu merupakan pencapaian omzet fantastis,” papar Jajang.

Menurutnya, Sunrise Properti telah tersebar di empat wilayah (Bintaro, Cinere, Bekasi dan Bandung).

“Untuk bisa bersaing dengan kantor agen lainnya, kami memutuskan untuk memasarkan di semua area yang kami miliki. Dengan begitu, kami bisa menjangkau dengan mudah ke semua wilayah,” kupas Jajang.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda