Pemda Harus Menjamin Ketersediaan Lahan Rumah Subsidi

Komponen tanah berkontribusi kurang lebih sekitar 30% terhadap harga rumah yang dibangun oleh pengembang perumahan di Tanah Air.

rumah subsidi - tanah - rumahhokie - dok - kemenpupr
Rumah subsidi (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Mataram) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) meminta pemerintah daerah (Pemda) tingkat provinsi maupun kota/kabupaten untuk memberikan jaminan ketersediaan lahan bagi pembangunan perumahan.

Penyediaan lahan perumahan yang memadai diharapkan dapat menekan laju kenaikan harga rumah, khususnya rumah layak hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi konsumen rumah subsidi.

“Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat strategis dalam menjamin ketersediaan lahan bagi pembangunan perumahan, terutama rumah untuk MBR,” tutur Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Irma Yanti dalam siaran pers yang diterima redaksi RumahHokie.com, Senin malam (31/10/2016).

Irma Yanti menuturkan, komponen tanah berkontribusi kurang lebih sekitar 30% terhadap harga rumah yang dibangun oleh pengembang perumahan.

Untuk itu dukungan ketersediaan lahan dari pemerintah daerah akan sangat memengaruhi akselerasi pembangunan perumahan serta harga rumah yang lebih terjangkau di setiap daerah.

Menurutnya, Kementerian PUPR akan terus memberikan dorongan kepada pemerintah, daerah baik di tingkat provinsi maupun kota/kabupaten untuk bersama-sama memberikan perhatian secara serius dalam hal pengalokasian tanah-tanah milik Pemda sebagai lokasi pembangunan perumahan.

“Adanya jaminan ketersediaan lahan yang mencukupi akan membuat harga rumah bagi MBR dapat ditekan sehingga mampu diakses oleh masyarakat,” terang Irma Yanti.

Lahan, Masalah Utama
Lebih lanjut, dia menambahkan, ketersediaan lahan merupakan salah satu permasalahan utama dalam penyediaan perumahan terutama dalam rangka menyediakan perumahan bagi MBR. Apalagi saat ini pemerintah tengah gencar mendorong terlaksananya Program Sejuta Rumah untuk masyarakat.

Kebutuhan akan tempat tinggal bagi MBR, imbuh Irma, terus mengalami peningkatan setiap tahun, sementara pasokan lahan semakin terbatas, khususnya di perkotaan.

Dalam hal ini, ketidakjelasan mengenai stok lahan untuk pembangunan perumahan di daerah sangat berpengaruh terhadap upaya percepatan pembangunan perumahan.

“Permasalahan terkait lahan juga dianggap menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program sejuta rumah sehingga capaian target pembangunan perumahan menjadi terhambat. Semakin tinggi harga lahan akan menyulitkan MBR untuk mengakses hunian yang layak dan terjangkau,” tegasnya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda