Pemerintah Siapkan Integrated Master Plan di 3 Destinasi Wisata Unggulan

Investasi di tiga destinasi tersebut mencapai Rp1,6 triliun untuk akses jalan, air bersih, pengelolaan limbah, penataan kawasan kumuh dan perumahan swadaya.

mandalika - NTB - rumahhokie - by anto erawan
Kawasan Mandalika, Lombok, NTB (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) tengah menyiapkan Rencana Pengembangan Kawasan Terpadu (integrated master plan) untuk pengembangan tiga destinasi wisata prioritas: Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), dan Mandalika (Nusa Tenggara Barat).

Penyusunan masterplan tersebut diperlukan agar rencana pengembangan tiga destinasi pariwisata prioritas terintegrasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurut Rido Matari Ichwan, Kepala BPIW KemenPUPR, usulan penyusunan integrated master plan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

“Dengan integrated master plan ini saya harap ada sinergi antara Kementerian terkait dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan tiga destinasi wisata tersebut,” jelas Rido, Jumat (28/10/2016).

Target 20 Juta Turis Asing
Dia menyatakan, pemerintah menetapkan target 20 juta turis asing pada 2019. Pada tahun lalu, kunjungan turis ke Indonesia mencapai 10,4 juta, atau naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,8 juta.

“Untuk mencapai 20 juta turis di 2019, perlu pengembangan SDM dan UKM, dalam hal ini tentu berhubungan dengan industri pariwisata, baik dari akomodasi, kuliner, sampai suvenir. Turis kelas bintang lima sampai kelas backpackers perlu mendapatkan perhatian. Backpackers biasanya belanja lebih banyak dan tinggal lebih lama. Untuk itu peran UKM sangat penting,” urai Rido.

Dana Rp1,6 Triliun
Sementara itu untuk pengembangan infrastruktur wisatanya menurut Rido, Kementerian PUPR tentunya mendukung pembangunan aksesibilitas baik itu jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan lingkungan di kawasan-kawasan pariwisata tersebut.

“Ditambah akses transportasi udara dari Kemenhub. Itu pun perlu jalan sehingga ada akses ke bandara. Misalnya Danau Toba, ada Bandara Silangit dan Sibisa, itu akses jalannya akan ditingkatkan, semua itu bentuk manifestasi kepedulian PUPR terhadap kawasan wisata,”ujarnya.

Ia menambahkan, untuk 2016-2017, nilai investasi infrastruktur PUPR dari APBN di tiga destinasi tersebut mencapai Rp1,6 triliun untuk pembangunan dan perbaikan  akses jalan, penyediaan air baku, air bersih, persampahan, pengelolaan air limbah, penataan kawasan kumuh dan perumahan swadaya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda