Pemilik Gedung Retail Enggan Menaikan Harga Sewa Ruang

Colliers International Indonesia melaporkan, pada kuartal I-2019 tingkat okupansi ruang retail di Jakarta turun sebesar 1,2% (q-o-q).

Pasar Retail Jakarta, Colliers International Jakarta, Ferry Salanto, AEON Mall JGC
Ilustrasi ruang ritel di Jakarta. Lokasi AEON Mall Jakarta Garden City. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) –  Pemilik pusat perbelanjaan (mal) masih menahan untuk menaikkan tarif sewa ruang ritel di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal itu disebabkan, demi menjaga serta menaikkan tingkat hunian mal terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan dari konsultan real estat global, Colliers International Indonesia, pada kuartal I-2019, tingkat okupansi ruang retail di Jakarta turun sebesar 1,2% (q-o-q). Mereka melihat beberapa tenant yang menghuni pusat perbelanjaan masih dalam proses fitting-out.

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, dampak dari tren tersebut diproyeksikan saat ini para pemilik pusat perbelanjaan akan memberikan porsi ruang lebih besar kepada penyewa Food & beverage.

Baca Juga: Bisnis Retail Jakarta Tak Terpengaruh Tren Belanja Secara Online

“Saat ini bidang Food & Beverage masih mendominasi dan menjadi andalan. Pemilik properti (pusat perbelanjaan) di Jabodetabek cenderung memberikan porsi sewa yang cukup besar kepada bidang itu. Karena F&B dapat menarik pengunjung mal,” tutur Ferry beberapa waktu lalu di Jakarta.

Data dari Colliers Indonesia mengungkapkan bahwa tarif sewa ruang retail di Jakarta kini berada di level Rp600 ribu per meter persegi. Sedangkan harga sewa ruang pusat perbelanjaan di wilayah Bodetabek, berada di kisaran Rp400 ribu per meter persegi.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, pihaknya melihat tarif sewa diperkirakan akan tumbuh sebesar 1% hingga 2% (y-o-y) di sepanjang tahun 2019.  Selain itu, biaya pemeliharaan pun ikut bergerak tumbuh sebesar 2% hingga 2,5%.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2019, Harga Jual Apartemen di Jakarta Relatif Tertekan

“Pertumbuhan tarif sewa retail Jakarta terjadi lebih dikarenakan akan masuknya pasok baru dengan kualifikasi di segmen atas,” katanya.

Dia melihat belum ada pusat perbelanjaan baru yang beroperasi di kuartal I-2019. Diproyeksikan terdapat sekitar 1 juta ruang ritel sewa yang tersedia di wilayah Jabodetabek pada tahun ini.

Baca Juga:Pertumbuhan Infrastruktur Kawasan ASEAN Jadi Daya Tarik Investor

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari ruang kosong tahun 2018 ditambah dengan proyeksi tambahan pasok pada tahun 2019.

Ferry Salanto menyampaikan, berdasarkan penyebaran wilayah, sebanyak 55% dari total ruang ritel yang tersedia berada di Jakarta.

“Kami prediksi, semakin banyak retailer yang fokus menjual produk pada satu segmen tertentu. Sedangkan untuk kelas yang lebih beragam, penjualan produk dapat dilakukan oleh retailer yang lebih besar,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda