Pemkab Bekasi Mulai Pembangunan Stasiun KRL Telaga Murni

GB stasiun telaga murni - metland cibitung - anto erawan

RumahHokie.com (Bekasi) – Guna memperluas jangkauan KRL (kereta api listrik) hingga Cikarang, Pemda Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan meresmikan pembangunan Stasiun KRL Telaga Murni, Cibitung, Senin (8/8/2016).

Kegiatan ini diresmikan oleh Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin; perwakilan PT KAI; dan Sekjen Kementrian Perhubungan. Stasiun Telaga Murni ini dibangun oleh PT Metropolitan Land, Tbk (Metland) melalui anak perusahaan PT Fajar Putera Dinasti.

Menurut Neneng Hasanah, pertumbuhan penduduk yang tinggi dan terus bergerak dinamis seiring dengan perkembangan wilayah perkotaan harus diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai.  Sampai saat ini, pergerakan commuter di wilayah Jabodetabek, sebagian besar masih mengandalkan transportasi jalan yang sudah jenuh. Kemacetan dan pemborosan biaya perjalanan menjadi gambaran kondisi transportasi di Kawasan Jabodetabek yang semakin buruk.

“Walaupun belum cukup optimal dan masih menghadapi banyak kendala, saat ini moda kereta api (KRL dan KRD) telah memberikan kontribusi terhadap mobilitas pergerakan commuter di Jabodetabek. Khusus untuk pelayanan ke arah Bekasi (Timur Jakarta), saat ini KA Jabotabek menjangkau hingga Stasiun Bekasi,” urai Neneng.

Lebih lanjut, dia memaparkan, jika ditinjau dari perkembangan wilayah, maka perkembangan wilayah perkotaan Jabodetabek ke arah Timur sudah mencapai Cikarang. Hal ini dapat diindikasikan dengan gerbang tol Cikarang yang merupakan gerbang tol terpadat, yang melayani hingga 20% dari total volume lalu lintas di ruas jalan tol Jakarta – Cikampek.

“Mengacu pada perkembangan wilayah tersebut, perlu dipertimbangkan perpanjangan pelayanan Kereta Api Jabotabek hingga ke Stasiun Cikarang. Sayangnya, jarak antara Stasiun Bekasi sebagai titik akhir pelayanan kereta api commuter Jabodetabek hingga stasiun Cikarang yang berjarak sekitar 16,8 km, hanya terdapat dua stasiun kecil (stasiun Tambun dan Cibitung) yang berjarak 6,82 km dan 10,24 km arah Timur Stasiun Bekasi,” jelasnya.

Terkait dengan kebutuhan pengembangan pelayanan KA Jabotabek hingga ke Stasiun Cikarang, masih dimungkinkan dikembangkan satu simpul (stasiun) yang berada antara Stasiun Cibitung dan Cikarang, yang berjarak 6,49 km. Hal ini sangat erat kaitannya dengan isu pengembangan wilayah yang sangat pesat di kawasan tersebut.

Pengembangan stasiun baru yang diikuti dengan pelayanan Kereta Api Jabotabek hingga Stasiun Cikarang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal untuk mengakomodasi permintaan perjalanan commuter yang telah berkembang hingga Cikarang seiring dengan perkembangan wilayah. Pada gilirannya, pengembangan stasiun baru ini bukan hanya untuk meningkatkan peran pelayanan KA tetapi juga dapat mengurangi beban jalan yang sudah demikian padat.

Sebagai informasi, perjalanan commuter menuju DKI Jakarta yang berasal dari daerah sekitarnya (Bodetabek) meningkat 10 kali lipat antara 1985 hingga 2002. Pada koridor Kabupaten Bekasi, terjadi peningkatan perjalanan dari 1.700 pada tahun 1985 menjadi 38.466 orang per hari pada tahun 2002 atau rata-rata pertumbuhan 20% per tahun.

“Masyarakat sekitar dapat menggunakan moda transportasi kereta api dari Stasiun Telaga Murni yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka dengan waktu tempuh yang lebih cepat, hemat biaya, serta aman dan nyaman,”

jelas Thomas JA, Presiden Direktur Metropolitan Land, Tbk yang mengatakan stasiun ini akan rampung dalam 12 bulan.

Menurut studi kelayakan, bersama stasiun Cibitung dan Tambun, stasiun KRL anyar ini akan meng-cover empat kecamatan: Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, dan Tambun Selatan atau sekitar 38,8% wilayah penduduk di Kabupaten Bekasi. Stasiun Telaga Murni ini pun diestimasi akan membuat 77% commuter beralih menggunakan moda kereta api.

Pada awal pengoperasian, manfaat ekonomi stasiun ini diprediksi akan dinikmati sekitar 10.300 orang yang beralih ke angkutan Kereta Api dari moda angkutan berbasis jalan. Angka pertumbuhan diprediksi lebih tinggi dari 20% pada 10 tahun awal beroperasinya stasiun ini.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda