Penetrasi Pasar, PROMEX Rekrut Lulusan SMK sebagai Agen Properti

Berbagai strategi disiapkan PROMEX Indonesia untuk mencapai target 2019 dan agar terus berkembang di masa datang. Pertama, menambah jumlah kantor.

PROMEX INDONESIA - 6th Annual Award 2019 - Young, Successful, Rich - rumahhokie - dok
Acara 6th Annual Award 2019 mengangkat tema "Young, Successful, Rich" - (Foto: Dok PROMEX)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi Office dan juga Marketing Associate selama tahun 2018, perusahaan agen properti PROMEX Indonesia menggelar acara 6th Annual Award 2019 di Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Acara yang mengusung tema “Young, Successful, Rich” ini juga menampilkan pembicara tamu yakni Dedy Budiman seorang sales trainer dan Master Ken Koh, Ahli Feng Shui dari Singapura.

Baca Juga: Apa Untungnya Menggunakan Jasa Broker Properti?

Sulihin Widjaja, Chief Executive Officer (CEO) PROMEX Indonesia mengungkapkan, di 2019 ini PROMEX Indonesia manargetkan pertumbuhan volume transaksi properti sebesar 20%.

Di 2018 lalu PROMEX Indonesia melakukan transaksi properti di pasar sekunder dan pasar primer dengan komposisi seimbang yakni 50:50. Sementara jenis properti yang ditransaksikan didominasi rumah tapak dan apartemen di wilayah Jabotabek.

“Kami optimistis pasca Pemilu Presiden bisnis properti kembali bergairah. Oleh karena itu kami optimis dapat meraih pertumbuhan transaksi properti sebesar 20%,” kata Sulihin dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Beragam Strategi
Lebih lanjut Sulihin mengatakan, berbagai strategi disiapkan PROMEX Indonesia untuk mencapai target dan agar terus berkembang di masa datang. Pertama, menambah jumlah kantor.

“Tahun 2019 kami targetkan minimal bisa menambah sebanyak 20 kantor baru. Saat ini kantor PROMEX Indonesia tersebar di berbagai kota besar di Indonesia mulai dari barat Indonesia di kota Medan sampai timur Indonesia di kota Makassar,” ujar Sulihin.

Baca Juga: Mau Jual-Beli Rumah, Kenali Tiga Jenis Broker Properti

Untuk menggenjot penambahan kantor baru, PROMEX Indonesia melakukan terobosan dengan tidak memberlakukan sistem royalti seperti yang diterapkan master franschise pada umumnya.

“Hal ini dilakukan karena Kami sangat memahami bisnis ini,” tegas Sulihin.

Dengan sistem baru, PROMEX Indonesia membidik pemilik kantor yang selama ini beroperasi sendiri  dan juga calon investor yang ingin menekuni bisnis agen properi.

“Karena sistem baru sangat meringankan dan memudahkan pemilik kantor, kami optimistis ke depan banyak yang akan bergabung dengan PROMEX Indonesia. Apalagi banyak manfaat yang bisa didapat jika bergabung di PROMEX Indonesia,” kata Sulihin.

Training dan Mentoring
PROMEX Indonesia, kata Sulihin, memberikan berbagai pelatihan/training yang bisa diikuti oleh pemilik kantor/principal dan marketing associate.

“Semua hal yang sangat berguna dalam menjalani bisnis broker properti akan kami berikan. Saat ini keikutsertaan training dijadikan sebagai salah satu syarat mendapatkan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIUP4) dari Kemendag bagi pemilik kantor dan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Boker Properti Indonesia bagi marketing associate,” ujar Sulihin yang saat ini juga menjabat sebagai Sekjen DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).

Baca Juga: Ini Dia, Dua Kunci Sukses Jadi Broker Properti!

Ditambahkan Sulihin, para agen akan mendapatkan profit yang maksimal dengan adanya training dan mentoring yang berkesinambungan, Integrated IT System, progressive commission scheme hingga 90%, sponsoring dan beneficiary scheme sehingga menjamin kelangsungan usaha yang lebih long lasting.

Selain itu PROMEX Indonesia membuat berbagai acara yang bisa memacu motivasi atau semangat para agen properti, seperti pemberian penghargaan tengah tahun (Mid Award) dan tahunan (Annual Award). Juga pemberian reward seperti jalan-jalan ke luar negeri bagi principal dan marketing associate yang berprestasi.

Rekrut Lulusan SMK
Strategi kedua yang akan dijalankan PROMEX Indonesia adalah merekrut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai Marketing Associate.

“Mereka yang masuk SMK berharap bisa langsung bekerja. Namun sayang tingkat pengangguran pada lulusan SMK sangat tinggi. Kendala utama antara jumlah SMK dengan jumlah industri sangat jomplang. Nah, industri broker properti membutuhkan tenaga pemasaran yang sangat besar yang bisa diisi oleh lulusan SMK,” papar Sulihin.

Baca Juga: Sistem Co-Broker, Membentuk Kekuatan Pemasaran Secara Cepat

PROMEX Indonesia akan memberikan training kepada lulusan SMK dan menyalurkannya ke kantor PROMEX. Juga dimasukan sebagai tim pemasar proyek properti yang bekerjasama dengan PROMEX Indonesia. “Dengan semangat yang tinggi untuk bekerja bisa menjadi modal kesuksesan bagi lulusan SMK sebagai tenaga pemasar properti,” ujar Sulihin.

“PROMEX Indonesia memelopori lahirnya real estate agency berbasis ‘agent-centric’. Agent centric adalah kekuatan yang berasal dari para agent yang selama ini diarahkan bekerja dalam kerangka filosofi ‘Do the Business’ menjadi ‘Build the Business,’” pungkas Sulihin.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda