Pengembang China Agresif Memburu Lahan di Hong Kong

Mengalirnya arus investasi terkait kondisi pemilihan umum di Eropa, banyak investor China memburu lahan di Hong Kong.

Kota Hong Kong, Foto: Kenji Kawase

RumahHokie.com (Hong Kong) – Terkait kebijakan Donald Trump soal pembatasan perdagangan dan investasi ke pasar eropa, Hong Kong menjadi tujuan paling populer bagi investor properti China tahun ini.

Menurut data Colliers Internasional, di tahun 2016 Hong Kong berhasil menarik investasi terbesar kedua di China dengan total HKD41,3 miliar. Nilai tersebut sedikit di bawah investasi di New York sebesar HKD44,5 miliar.

Meski demikian, arus investasi Hong Kong berhasil melampaui Sydney HKD28,3 miliar dan London HKD13,7 miliar.

Baca juga: Rekor: 2016, Investasi Properti China di Mancanegara Capai USD33 Miliar

Menurut berita yang dilansir asia.nikkei.com, temuan tersebut terkait dengan akibat kebijakan Trump soal agresif perdagangan China, sehingga berdampak pada sentimen investor.

“Pengalihan aliran investasi juga terkait pula kondisi pemilihan umum yang sedang berlangsung di Eropa, banyak investor China menghindari pasar Eropa,” kata Antonio Wu, Deputy Managing Director of Capital Markets and Investment Services for Asia, Colliers International.

Wu mengatakan bahwa, pasar properti Hong Kong terhadap dolar Amerika akan memiliki “efek proxy” karena para pengembang daratan berusaha melakukan diversifikasi ke luar negeri untuk memperkuat nilai jual yuan yang melemah terhadap dolar.

“Umumnya mereka berinvestasi di Hong Kong sebagai tempat perlindungan dari tindakan perlambatan properti,” tegasnya.

Pada kuartal pertama, arus investasi China yang mengalir ke real estate Hong Kong mencapai rekor tertinggi, dengan volume transaksi lebih dari tiga kali lipat menjadi HKD36 miliar dari tahun lalu. Transaksi itu melampaui 80% dari total investasi tahun lalu.

Arus investasinya sebagian mengalir ke sektor perkantoran dan mall. Mereka juga melakukan pembebasan lahan sebagai bentuk investasi.

Pengembang China Berebut Lahan
Pengembang China juga memenangkan sekitar satu dari setiap tiga lokasi perumahan yang dijual pemerintah Hong Kong tahun lalu. Hingga tahun ini, mereka meraih ketiga lokasi.

Konglomerat pariwisata China HNA Group menggelontorkan HKD7,4 miliar untuk pembelian empat lahan di dekat bandara Kai Tak Hong Kong di bulan Maret. Sehingga, total investasinya di wilayah tersebut menjadi HKD27 miliar dalam empat bulan.

Berita terkait: Shanghai Geser Hong Kong Sebagai Pasar Perkantoran Terbesar

Bulan Februari, Properti Logan dan KWG Property dari China memenangkan kompleks perumahan seafront seharga HKD17 miliar, harga tertinggi yang pernah dibayarkan dalam penjualan tanah pemerintah.

Kedua pengembang tersebut mengalahkan 13 pengembang lainnya, termasuk pemimpin pasar Sun Hung Kai Properties dan Cheung Kong Property Holdings yang dikendalikan oleh miliarder Li Ka-shing.

China Vanke dan pemilik lahan China Overseas Land & Investment, merupakan pengembang ternama terbesar di China yang juga agresif memburu lahan di Hong Kong.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda