Pengembang: Perhatikan Tiga Poin Penting Investasi Properti

Mendrisio Square - Gading Serpong - Paramount Land - dok

RumahHokie.com (Serpong) – Terkait kebijakan pemerintah mengenai tax amnesty (pengampunan pajak), Paramount Land melakukan tindakan mengantisipasi dengan menghadirkan produk-produk investasi yang menjanjikan.

Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land menuturkan, investasi properti tergolong investasi jangka panjang, namun nilai investasinya akan terus bertambah.

Dia mengatakan, produk properti sangat baik dijadikan investasi, karena dinilai lebih aman, stabil, dan menguntungkan dibanding jenis investasi lain.

“Untuk mendapatkan nilai investasi yang menjanjikan, tentu ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan. Pertama momentum atau waktu yang tepat untuk membeli; kedua, management, yakni perusahaan yang berdiri dibalik produk tersebut; dan ketiga, lokasi terbaik yang ditunjang dua hal di atas untuk menghasilkan produk investasi yang tepat,” urai Andreas.

Andreas optimistis dan menyambut baik diberlakukannya tax amnesty karena dapat berpeluang meningkatkan investasi di bidang properti dan menggairahkan perekonomian nasional.

“Kami ingin mengajak konsumen dan investor yang membutuhkan konsultasi seputar produk investasi Paramount Land dapat menghubungi tim SuperPro. Tim kami akan siap memberikan informasi seputar produk-produk investasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land mengapresiasi gebrakan dan tingginya komitmen pemerintah melalui tax amnesty yang berpeluang memberikan efek besar bagi ekonomi Indonesia.

Selain itu adanya kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan pembatasan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) yang berlaku pada Agustus 2016 dengan meningkatkan rasio loan to value (LTV) hingga 85%.

“Kebijakan ini dapat memberikan angin segar bagi properti sebagai sektor leading dalam pemulihan ekonomi karena akan meningkatkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan memberikan dampak terhadap sektor lainnya, seperti konstruksi, industri, pertambangan, maupun jasa, yang dibutuhkan untuk meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” tutup Ervan.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda