Pengembang Properti dan Investor Berhati-hati Hadapi Ekonomi Asia

Menurut Colliers International, sentimen pelaku industri di 15 pasar properti Asia cenderung lebih berhati-hati, karena kondisi ekonomi dan kebijakan yang lebih buruk.

Colliers International-Pengembang Properti dan Investor Berhati-hati Hadapi Ekonomi Asia
Ilustrasi pasar properti di Hong Kong. (Foto: architect)

RumahHokie.com (Hong Kong) Colliers International, konsultan global real estat komersial, melihat pasar properti di Asia secara keseluruhan sedang dalam masa kehati-hatian.

Dalam laporan Snapshot Pasar Asia Kuartal III-2018 yang dirilis oleh Colliers International, Jum’at (26/10/2018), terlihat bahwa 15 pasar properti di kawasan Asia, tengah berada dalam kondisi menunggu dan melihat.

Terence Tang, Managing Director Pasar Modal dan Layanan Investasi Colliers International Asia, menjelaskan sentimen pelaku industri properti di Asia cenderung lebih berhati-hati, karena kondisi ekonomi dan kebijakan yang lebih buruk.

Baca Juga: Colliers International: Gedung Perkantoran ‘Sehat’ Akan Semakin Dilirik

“Pembuat kebijakan di Hong Kong baru-baru ini menaikkan suku bunga pinjaman utama. Sedangkan di Singapura, mereka telah memperkenalkan lebih banyak tindakan relaksaksi yang menargetkan sektor perumahan,” jelas Terence.

Meskipun demikian, Colliers berharap kondisi kehati-hatian yang sedang terjadi pada sektor properti, tidak menjadikan para pengembang dan investor mundur dari pasar sepenuhnya.

Baca Juga: Pasar Perkantoran Hongkong Membaik, Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Terence, dalam iklim regional yang sedang banyak tantangan, masih terdapat peluang investasi yang muncul. Contohnya, investor dan developer properti yang masuk ke negara Thailand akan mengembangkan proyek mega mixed-used.

Sedangkan di China, terdapat rencana pembukaan jalur kereta ekspres Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong di Sungai Pearl Delta.

Pasar properti Indonesia
Kondisi yang serupa juga terjadi di Indonesia. Menurut Direktur Pasar Modal & Layanan Investasi Indonesia, Steve Atherton, event pemilihan Presiden yang diselenggarakan tahun 2019, membuat para investor dan konsumen memutuskan untuk menunggu dan melihat situasi yang terjadi.

Baca Juga: Alami Krisis Penuaan, Asia Butuh Inovasi Desain Perumahan Lansia

“Tren melambat ini kemungkinan akan terjadi di pasar properti Indonesia pada 2 kuartal berikutnya,” ucap Steve.

Colliers melihat, pengembang dan investor asing terus mengejar peluang baru di Tanah Air untuk membentuk usaha patungan dan strategi masuk ke pasar apartemen dan perumahan dengan risiko yang lebih rendah.

“Untuk sektor properti industri, seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan perkembangan infrastruktur, akan ada banyak investasi berlangsung. Selain itu pula terdapat rencana untuk mengembangkan fasilitas yang dibutuhkan,” pungkas Steve.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda