Pengembang Properti Rangkul UMKM Kota Depok

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menjadi partner bagi pengembang, bahkan tak menutup kemungkinan menjadi pengembang.

Focus Group Discussion yang mengusung tema “Membangun Sinergi UMKM Depok – Pengembang Properti” (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Depok) – Sebagai daerah penyangga Ibukota Jakarta yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang terbilang tinggi. Selain itu, lebih dari separuh penduduk Kota Depok tercatat sebagai kelompok usia produktif.

Oleh karena itu, Depok dinilai perlu menyediakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan ekonomi lokal yang tepat. Hal ini terungkap pada acara Focus Group Discussion yang mengusung tema “Membangun Sinergi UMKM Depok – Pengembang Properti”, Rabu (15/11/2017).

Baca Juga: Buka Marketing Gallery, Cimanggis City Targetkan Penjualan 40%

Dalam acara yang dihelat di Cimanggis City tersebut, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Depok menilai perkembangan ekonomi di wilayah tersebut cukup pesat namun kurang menyentuh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Miftah Sunandar, Ketua KADIN Kota Depok mengatakan, permasalahan yang dihadapi UMKM sebetulnya bukan hanya modal, tapi juga edukasi dan pendampingan sehingga mereka punya kesempatan benjualan dengan nyaman serta tentu menguntungkan.

Karenanya, untuk menciptakan kondisi tersebut perlu langkah-langkah yang konkret dan berkelanjutan dari pemerintah sebagai wujud keberpihakan terhadap pengembangan UMKM. Salah satunya, mendorong kemitraan usaha strategis antara perusahaan skala besar dengan yang kecil.

“Banyak pola kemitraan usaha besar-kecil yang bisa dilakukan, antara lain transfer knowledge, edukasi, dan pendampingan guna meningkatan keahlian sumber daya UMKM sehingga memiliki daya saing yang kuat. Jadi, perusahaan besar tidak melulu harus menyediakan lapak atau tempat berjualan bagi UMKM,” ujar Presiden Direktur PT Miftah Putra Mandiri ini.

Dukung Operasional Bisnis
Pada kesempatan yang sama, Project Director Cimanggis City, Sanggam Sitorus menyebut, salah satu kemitraan yang bisa dilakukan dengan UMKM adalah menjadikan mereka supplier atau vendor untuk menyuplai berbagai kebutuhan perusahaan skala besar.

“Dalam keseharian kami tentu banyak kebutuhan guna menunjang operasional bisnis, seperti pasokan katering saat acara-acara tertentu. Jadi, kemitraan yang kita bangun di sini bisa saling menguntungkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Cimanggis City Pasarkan Hunian Terjangkau Mulai Rp250 Jutaan

Selain itu, lanjut Sanggam, Cimanggis City nantinya tidak hanya menawarkan hunian vertikal, tetapi juga menyediakan unit-unit ruko dengan harga sangat terjangkau bagi UMKM.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap tumbuh-kembangnya UMKM di Kota Depok,” ucapnya.

Tips Jadi Pengembang Baru
Sementara itu, Budi Permana, Business & Sales Development Department Head, Subsidized Mortgage Division Bank BTN mengatakan, UMKM pun bisa mulai menjadi pengembang.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan, misalnya membuat beberapa rumah terlebih dahulu. Rumah pertama bisa dijual dengan harga pokok namun dijadikan sebagai unit contoh—tentu dengan perjanjian dengan pembeli. Rumah kedua bisa dijual lebih tinggi, tapi tetap di bawah harga pasar.

“Akan lebih baik jika pengembang UMKM ini menggandeng bank dalam urusan pembiayaan, karena bank merupakan partner berbagi risiko bagi pengembang,” kata Budi.

Baca Juga: Tips Memilih Pengembang Properti yang Terpercaya

Di sisi lain, Sanggam menerangkan, untuk menjadi pengembang baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Pertama, cek market, kemudian cocokkan harga jual dengan pasar. Tidak selamanya harga jual yang murah lebih laku. Setelah itu, buat tipe rumah yang sesuai dengan keinginan pasar,” tuturnya.

Dia mengatakan, ada dua hal lain yang penting, yakni akses dan moda transportasi. Akses yang baik, diperlukan oleh konsumen middle-up, sedangkan konsumen middle-low menginginkan keduanya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda