Pengembang Usulkan Harga Rumah Naik, Ini Jawaban Kementerian PUPR

Evaluasi dan penghitungan dari berbagai sisi diperlukan jika harga rumah naik, sebab hal ini terkait dengan subsidi dari pemerintah.

rumah-subsidi-sederhana-MBR-Cileungsi-rumahhokie-by-anto-erawan-dok2
Rumah subsidi (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melakukan evaluasi dan penghitungan terkait usulan kenakan harga rumah dari asosiasi pengembang di Tanah Air.

Kementerian PUPR berupaya agar usulan kenaikan harga dari pengembang ke depan tetap membuat pembangunan perumahan tetap stabil dan tidak membebani masyarakat yang ingin memiliki rumah.

Baca Juga: KemenPUPR: Pembangunan Rumah Harus Prioritaskan Kontraktor Lokal

“Kami sudah menerima beberapa usulan mengenai penyesuaian harga rumah dari asosiasi pengembang REI (Real Estat Indonesia),” ungkap Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid kepada wartawan.

Khalawi menjelaskan, evaluasi dan penghitungan dari berbagai sisi diperlukan jika harga rumah ke depan naik. Pemerintah tentunya akan berhati-hati dalam menetapkan harga rumah dan salah satu hal yang diperhatikan adalah jangan sampai kenaikan harga rumah membebani masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: PPDPP: Ada 8 Bank Penyalur KPR FLPP dengan Performa Buruk

“Kenaikan harga rumah tentu jangan sampai membebani MBR yang ingin membeli rumah. Sebab jika harga rumah naik, tentunya subsidi dari pemerintah juga meningkat. Intinya adalah kita harus tetap jaga kestabilan di sektor properti karena pembangunan rumah merupakan salah satu  indikator pembangunan sebuah bangsa,” tandasnya.

Kualitas Rumah Harus Dijaga
Kementerian PUPR, imbuh Khalawi, juga memahami adanya kesulitan dari para pengembang yang ingin membangun rumah di lokasi-lokasi yang strategis.

Semakin minimnya lahan perumahan juga akan berdampak pada kenaikan harga tanah. Selain itu, adanya perubahan harga material dan upah pekerja secara tidak langsung juga berpengaruh pada proyek-proyek pembangunan perumahan.

Baca Juga: Inilah Kendala Pembangunan Rumah Rakyat Menurut REI dan APERSI

Untuk itu, Khalawi menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan asosiasi-asosiasi pengembang untuk membicarakan mengenai usulan penyesuaian harga rumah ini.

Pemerintah tentunya juga berupaya agar Program Sejuta Rumah bisa mendorong semangat para pengembang untuk membangun rumah untuk masyarakat baik MBR maupun Non MBR.

“Pemerintah tentunya sudah memiliki formula penghitungan yang tepat jika memang penyesuaian harga rumah diperlukan. Salah satu hal penting yang harus dijaga adalah bagaimana kualitas rumah untuk MBR terjaga dengan baik karena mereka benar-benar butuh rumah yang layak,” harapnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda