Penjualan Apartemen di Jakarta Masih Dalam Kondisi Lemah

Berdasarkan suvei yang dilakukan oleh JLL Indonesia, penjualan apartemen pada kuartal II-2019, didominasi oleh tipe unit hunian yang kecil, dengan harga yang terjangkau.

Pasar Apartemen Jakarta, JLL Indonesia, James Taylor
Ilustrasi proyek apartemen di Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Penjualan apartemen di Jakarta masih berada pada posisi yang lemah. Konsultan real estat global, JLL Indonesia, dalam laporan terbarunya menerangkan hingga kini tingkat penjualan berada pada level 63%.

Menurut Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL Indonesia, menerangkan bahwa aktivitas penjualan apartemen di kuartal II-2019 masih belum menunjukkan peningkatan apabila dibanding kuartal sebelumnya.

Selain karena aktivitas pasar properti yang masih cenderung stagnan, dia mengatakan hal ini terjadi juga karena dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.

Baca Juga: Pengembang Apartemen Masih Aktif Mempersiapkan Produk Baru Ditengah Pasar yang Lesu

Diantaranya, penyelenggaraan Pemilu, momentum Hari Raya Idul Fitri, serta masa liburan yang membuat pembelian properti tidak menjadi prioritas sebagian besar masyarakat.

“Masalahnya adalah suplai apartemen yang masuk ke pasar banyak. Sementara penyerapannya tidak cukup untuk menggerakan penjualan suplai yang masuk. Jadi, okupansi dan rental masih akan tertekan,” jelas Vivin, Rabu (17/07/2019) lalu di Gedung BEI, Jakarta.

Meskipun masih pasar apartemen Jakarta masih lesu, diakui olehnya saat ini para pengembang properti, baik swasta lokal maupun asing, serta pengembang BUMN masih cukup aktif dalam mempersiapkan produk-produk yang akan diluncurkan.

Baca Juga: Penyerapan Ruang Perkantoran Jakarta Dinilai Berjalan Positif

Berdasarkan suvei yang dilakukan oleh JLL Indonesia, penjualan apartemen pada kuartal II-2019, didominasi oleh tipe unit hunian yang kecil, dengan harga yang terjangkau.

Mereka mencatat, hanya 730 unit hunian yang bisa terjual dari total pasok yang beredar di pasaran, yakni 157.000 unit apartemen.

Baca Juga: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Diperkirakan Naik 5% Pada 2019

“Jadi kalau dibilang stagnan, itu hanya di segmen pasar kondominium tertentu saja. Misalnya, kondominium di segmen menengah-keatas yang memang lebih melambat. Sementara kondominium di segmen menengah-kebawah di sekitaran Jakarta, itu masih cukup aktif,” kata Vivin Harsanto.

Laporan terbaru JLL Indonesia mencatat, terdapat 400 unit pasok baru yang masuk ke pasaran. Mereka memprediksi bahwa akan ada sekitar 47.000 unit apartemen baru yang akan menyuplai pasar di masa mendatang. Untuk harga jual, konsultan real estat ini melihat cenderung masih berada pada posisi yang stabil.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda