Penyalurkan Kredit Perumahan Bank BTN Capai Rp50,7 Triliun

Hingga akhir tahun ini, Bank BTN menargetkan penyaluran kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah di seluruh Indonesia.

logo-bank-btn-ipex-2019-anto-erawan-rumahhokie-dok
Logo Bank BTN (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. terus berupaya mendukung kesuksesan Program Sejuta Rumah. Menurut Plt. Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto Raharjo, per September 2019, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 610.526 unit rumah atau senilai Rp50,74 triliun. pencapaian tersebut, menurutnya, setara dengan 76,31% dari total target Bank BTN dalam mendukung program nasional ini.

“Secara total, hingga akhir tahun nanti, Bank BTN membidik akan menyalurkan kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah,” kata Oni Febriarto Raharjo dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Digelar November, Indonesia Properti Expo 2019 Bidik Transaksi Rp5 Triliun

Adapun, penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan untuk 315.845 unit hunian subsidi senilai Rp9,17 triliun. Kemudian, untuk segmen non-subsidi, Bank BTN telah memberikan kredit perumahan untuk 135.791 unit rumah atau setara Rp14,99 triliun.

Kinerja positif KPR Bank BTN pun sukses menempatkan bank spesialis pembiayaan perumahan ini tetap menjadi nomor wahid di pasar KPR. Di pasar KPR Subsidi, BTN menguasai pasar dengan pangsa sebesar 91,55% per September 2019.

Kinerja Tumbuh Lebih Baik Pasca-Implementasi Psak 71
Untuk mempersiapkan diri menghadapi aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan. Dengan strategi tersebut, per kuartal III-2019, perseroan mencatatkan perolehan laba senilai Rp801 miliar.

Oni mengatakan, Bank BTN berkomitmen meningkatkan rasio pencadangan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mengerek naik nilai CKPN sebesar 21,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,79 triliun menjadi Rp2,18 triliun pada September 2019. Secara rasio, CKPN perseroan naik ke level 52,67% pada September 2019 dari 38,58% di bulan yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Rilis e-Mitra Operation, BTN Tingkatkan Layanan Debitur KPR

“Dengan peningkatan alokasi ke CKPN tersebut, laba bersih kami berada di posisi Rp801 miliar pada kuartal tiga ini. Hingga akhir tahun, kami membidik rasio CKPN terus naik ke level di atas 70%,” jelas Oni.

Dia menuturkan, perolehan laba bersih tersebut disumbang pendapatan bunga perseroan serta efisiensi yang dilakukan. Pendapatan bunga Bank BTN tercatat melaju di atas kenaikan penyaluran kredit meski di tengah kondisi penurunan suku bunga acuan.

Pendapatan bunga Bank BTN terekam naik sebesar 17,97% (yoy) atau berada di atas laju kredit di level 16,75% (yoy). Catatan keuangan perseroan menunjukan pendapatan bunga per kuartal III/2019 senilai Rp19,32 triliun atau naik dari Rp16,38 triliun pada September 2018.

Baca Juga: Tren Hijrah Buka Peluang Besar Bagi BTN Syariah

Bank BTN juga berhasil melakukan efisiensi dengan pertumbuhan biaya operasional di luar CKPN hanya sebesar 1,3% (yoy) per September 2019. Angka tersebut turun jauh di bawah kenaikan biaya operasional di luar CKPN pada 2018 sebesar 11,2% (yoy). Pertumbuhan biaya operasional tersebut juga berada jauh di bawah kenaikan aset yang melesat sebesar 16,1% (yoy) per September 2019.

Adapun, pendapatan bunga Bank BTN ditopang penyaluran kredit perseroan yang naik sebesar 16,75% (yoy) dari Rp220,07 triliun pada September 2018 menjadi Rp256,93 triliun di bulan yang sama tahun ini. Kenaikan kredit tersebut ditopang pertumbuhan positif pada KPR Subsidi. Laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut menunjukkan KPR Subsidi Bank BTN melesat di level 25,54% (yoy) dari Rp88,92 triliun menjadi Rp111,64 triliun per kuartal III-2019.

Target Pertumbuhan Kredit 8% – 10%
Menurut Oni, hingga akhir tahun nanti, BBTN akan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian, perbaikan kualitas, dan penyesuaian dengan likuiditas dalam penyaluran kreditnya. Dengan fokus tersebut, lanjutnya, perseroan membidik pertumbuhan kredit yang lebih realistis.

Baca Juga: 2020, BTN Lakukan Spin Off Unit Usaha Syariah

“Target pertumbuhan kredit kami akan realistis di angka 8% hingga 10% sampai dengan akhir 2019,” kata dia.

Di sisi lain, pada kuartal III-2019, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 18,1% (yoy). DPK Bank BTN tercatat naik dari Rp195,05 triliun pada September 2018 menjadi Rp230,35 triliun pada bulan yang sama tahun ini. Dengan capaian penyaluran kredit dan penghimpunan DPK tersebut, Bank BTN mencatatkan kenaikan aset sebesar 16,12% (yoy) dari Rp272,3 triliun pada kuartal III-2018 menjadi Rp316,21 triliun.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda