Penyediaan Rumah Susun untuk Rakyat Dinilai Gagal

"Patut diduga pola pengerjaan oleh kontraktor diwarnai oleh permainan proyek dalam bentuk sub-kontrak sehingga tidak dikerjakan oleh kontraktor yang profesional."

rumah susun - merah - kemenpupr - rumahhokie - dok
Rumah Susun (Foto: Dok. KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Penyediaan rumah susun (Rusun) untuk rakyat dinilai gagal. Pasalnya, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (2015 – 2019), Pemerintah masih saja melakukan praktik konvensional pembangunan blok-blok Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) tanpa ada penyediaan tanah (landbanking), rencana lokasi, penyiapan penghuni, dan penyiapan pengelola.

Baca Juga: BPN Prabowo-Sandi: Saat Ini Program Perumahan Berorientasi Pencitraan

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) hanya menyiapkan prototipe bangunan, lalu mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk membangun 120 blok Rusunawa, sekitar 11.000 unit,” jelas Suhendra Ratu Prawiranegara, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, dalam acara “Rembuk Nasional: Mengukur Perlunya Kementerian Perumahan Rakyat Kabinet 2019 – 2024” yang dibesut Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), belum lama ini.

Sementara itu, imbuhnya, penyediaan Rusunawa juga gagal total dari sisi RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional). Capaian Kementerian PUPR selama lima tahun sangat jauh dari target RPJMN 2015 – 2019, yaitu kurang dari 10%.

Baca Juga: Perumahan Rakyat Masih Terkendala, TKN Jokowi-Ma’ruf Tawarkan Beberapa Strategi

Dari target menyediakan 550.000 unit hanya mampu dicapai 44.974 unit hingga 2018. Begitupun, masih banyak blok-blok rusunawa Tahun Anggaran (TA) 2018 yang belum selesai dibangun hingga memasuki 2019 hingga mendapatkan PMK dari Kemenkeu.

“Patut diduga pola pengerjaan oleh kontraktor diwarnai oleh permainan proyek dalam bentuk sub-kontrak sehingga tidak dikerjakan oleh kontraktor yang profesional,” kata Suhendra yang menyebut ada sekitar 50 blok Rusunawa TA 2018 di Pulau Jawa yang masih terkatung-katung penyelesaiannya.

Penyebab Kegagalan Rusunami
Suhendra memaparkan, gagalnya program rumah susun juga terjadi pada penyediaan Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik) yang dibangun pihak swasta.

Menurutnya, ada penyebab kegagalan program Rusunami, yaitu:

(1) Harga jual unit Rusunami yang terus naik semakin tak terjangkau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yakni hingga lebih Rp10 juta per meter persegi.

(2) Harga sewa unit Rusunami yang tinggi tak terjangkau kelompok pendapatan rendah.

Baca Juga: Inilah Tiga Kendala Perumahan Rakyat Versi Presiden Jokowi

(3) Konflik Perhimpunan Penghuni dan Pemilik Rumah Susun (P3SRS) antara bentukan pengembang dengan penghuni, terutama terkait iuran lingkungan yang naik, dan lain-lain.

(4) Penyerahan fasos/fasum Rusunami yang tertunda akibat dokumen hak milik (pertelaan) tidak kunjung terbit.

(5) Rusunami berkembang jadi tempat berbagai masalah sosial dan kriminal, mulai dari soal perselingkuhan, prostitusi, narkoba, imigran gelap, dan sebagainya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda