Peran Pembangunan Berkelanjutan Untuk Peningkatan Pendidikan

Fokus pada sektor edukasi juga menjadi perhatian para arsitek Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang kompetisi global LafargeHolcim Award putaran kelima.

LafergeHolcim
(Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam upaya mendukung realisasi Sustainable Development
Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB, Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Fokus pada sektor edukasi juga menjadi perhatian para arsitek Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang kompetisi global LafargeHolcim Award putaran ke-5 untuk konstruksi berkelanjutan.

Proyek perpustakaan mikro (Micro Library) karya Daliana Suryawinata dan Florian dari SHAU Architect berhasil menjadi finalis LafargeHolcim Award tingkat global, merupakan wujud dari konsep konstruksi minimalis dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Holcim Luncurkan Morpla, Inovasi Mortar untuk Pembangunan Rumah

Mereka menciptakan perpustakaan mikro di Bandung untuk mendorong edukasi informal dengan mendorong minat baca dan kemasyarakatan di seluruh Indonesia.

“Perencanaan awal yang baik memiliki peran penting dalam realisasi bangunan yang kita harapkan. Kami ingin mendorong minat baca masyarakat untuk menambah pengetahuan dan memberikan manfaat untuk masa depan mereka,” jelas Daliana, di Jakarta Design Center, Kamis (27/09/2018).

Rencananya, akan ada empat perpusatakaan mikro lagi yang akan dibangun oleh Daliana.  Diantaranya, perpustakaan micro Selasar (Bojonegoro), perpustakaan micro Hanging Gardens (Bandung) serta perpustakaan micro Kayu yang akan dibangun tahun depan.

Baca Juga: Keren, Fasad Bangunan Microlibrary di Bandung Tersusun dari Ember Es Krim

Perhatian yang sama pada bidang pendidikan juga dilakukan oleh arsitek muda Tanah Air, Andi Subagio. Bersama partner-nya, yakni Danna Rasyad dan Theodorus Alryano, peraih posisi ke-3 dalam kategori Next Generation Award Region LafargeHolcim Award Asia Pasifik itu menciptakan fasilitas pelatihan keterampilan di Ruteng, Flores.

“Kami membuat desain sekolah dengan menggunakan batako yang dihasilkan oleh masyarakat di sana. Kami berusaha menjadikan sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk kegiatan belajar mengajar, namun juga sebagai titik penghubung untuk beberapa aktivitas warga,” jelas Andi.

Baca Juga: Capai Pertumbuhan Kuartal I-2018, Holcim Bidik Peluang Pulihkan Kinerja

LafargeHolcim Awards merupakan kompetisi global untuk mencari proyek unggulan dari para profesional maupun ide berani dari generasi muda yang menggabungkan konsep konstruksi berkelanjutan dengan keunggulan arsitektur.

Kompetisi ini menilai ide-ide terbaik untuk mengatasi tantangan saat ini, seperti urbanisasi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda