Perlu Adanya Inovasi Dalam Pelaksanaan Program Sejuta Rumah

Pemerintah Indonesia menargetkan capaian Program Sejuta Rumah selama periode 2015-2019 akan menembus 5 juta unit hunian.

Program Sejuta Rumah, Kementerian-PUPR, Khalawi Abdul Hamid
Ilustrasi Program Sejuta Rumah. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tingginya kebutuhan rumah yang harus dipenuhi memerlukan kerjasama seluruh stakeholder, terobosan, dan inovasi guna memperkuat capaian dari Program Sejuta Rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid, mengatakan hingga kini angka backlog perumahan sekitar 7,6 juta unit.

Ditambah pula dengan kebutuhan rumah baru per tahun-nya yang mencapai 500-700 ribu unit hunian, maka diperlukan penguatan dan inovasi agar target Program Sejuta Rumah bisa terpenuhi.

Baca Juga: Kementerian PUPR Anggarkan Rp19 Miliar untuk Bangun Rusunawa ASN BPK Tarakan

“Masalah perumahan ini sangat komplek. Oleh karena itu dengan Program Sejuta Rumah bertujuan menggerakkan seluruh stakeholder di bidang perumahan, untuk bersama-sama membangun hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Khalawi seperti dilansir dari siaran pers, Senin (12/08/2019).

Menurutnya, dengan tingginya kebutuhan rumah tersebut, kedepan perlu ada penguatan dan inovasi pada program hunian bersubsidi tersebut.

Selain itu, Khalawi berujar bahwa ketersediaan lahan di kawasan strategis yang dapat dibangun hunian terjangkau bagi MBR, juga menjadi tantangan di masa datang.

Oleh karena-nya, dia menjelaskan salah satu solusi yang dilakukan pihaknya adalah dengan mewujudkan pembangunan rumah susun (Rusun) dekat dengan stasiun, yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

Baca Juga: Dorong Capaian Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Siapkan Strategi Khusus

Kementerian PUPR juga tengah mengembangkan Rusun dengan kombinasi pasar, seperi Rusun Pasar Rumput, yang dibangun tiga tower setinggi 25 lantai.

“Desain Rusun Pasar Rumput merupakan terobosan dimana sebelumnya tanah digunakan hanya untuk pasar, sekarang pasar dengan hunian. Mereka yang berjualan tidak perlu pulang jauh, bisa tinggal di rusun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khalawi menuturkan bahwa pembentukan bank lahan, juga bisa menjadi opsi agar Pemerintah memiliki lahan untuk pembangunan rumah terjangkau.

Dari segi regulasi, ia berujar perlu terus didorong untuk mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan. Dia berpendapat bahwa inovasi dalam pembiayaan perumahan diperlukan, seperti skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Perumahan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Baca Juga: Kementerian PUPR Bantu Komunitas Pedagang Bakso dan Tahu untuk Miliki Rumah Layak

Sebagai info tambahan, pemerintah menargetkan Program Sejuta Rumah pada periode 2015-2019 sebanyak 5 juta unit hunian.

Secara keseluruhan pelaksanaannya selama periode 2015-2018, telah berhasil membangun 3.542.318 unit rumah. Komposisi jumlah tersebut terdiri dari 70% rumah MBR dan 30% rumah non MBR.

Pada tahun 2019 ini, Kementerian PUPR menargetkan capaian Program Sejuta Rumah
lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1,25 juta unit rumah.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda