Permata Graha Land Targetkan Villa Ratnamaya Bali Sold Out Akhir Tahun

Selain bisa ditempati, Villa Ratnamaya juga bisa disewakan. Strategi ini memungkinkan para pemilik vila bisa mendapat passive income.

vila ratnamaya bali Graha Land Group - rumahhokie - dok2
Villa Ratnamaya (Foto: Dok. Permata Graha Land)

RumahHokie.com (Jakarta) –  Kendati suhu politik nasional menghangat tahun ini, namun hal ini ternyata tidak memengaruhi pemasaran Vila Ratnamaya Bali. Pasalnya, proyek resor besutan Permata Graha Land Group ini telah membukukan penjualan sebanyak 50%.

Satya Adi, Direktur Marketing Permata Graha Land Group mengungkapkan, sebagai pengembang, pihaknya makin optimistis melakukan pemasaran usai Pemilu. Dia menargetkan semua unit akan habis terjual (sold out) sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga: Raih Penghargaan, Permata Graha Land Rilis Proyek Baru di Bali

“Untuk itu, pada 29 Juni 2019 ini kami akan menggelar acara gathering dengan konsumen di Grand Orchardz Hotel, Jakarta Pusat. Kami memberikan promo harga sebesar Rp1,5 miliar dengan cicilan sebesar Rp9 juta per bulan. Bila dibandingkan dengan lokasi atau value tanah, harga yang ditawarkan sangat menguntungkan, karena sekarang masih dalam tahap pre launching,” kata Satya.

Baca Juga: Permata Graha Land Pasarkan Rumah Rp900 Jutaan di Kelapa Gading

Proyek Villa Ratnamaya dibuat eksklusif, hanya memiliki 20 unit vila premium yang dikelilingi sejumlah hotel dan resor berskala internasional yang sering mejadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas, seperti Alila Villas Uluwatu, Bulgari Resort, The Edge, dan Ungasan Clifftop Resort.

Selain itu, terdapat juga sejumlah beach club berkelas internasional yang sangat ramai di kunjungi, yaitu Omnia Day Club dan Sundays Beach Club.

Passive Income Hingga Rp90 Juta per Bulan
Keuntungan lain yang didapat pembeli Ratnamaya, tutur Satya, yakni selain bisa ditempati, resor ini juga bisa disewakan. Strategi ini memungkinkan para pemilik vila bisa mendapat passive income.

“Sebagai perbandingan, saat ini harga sewa vila mewah di daerah Pecatu dan Uluwatu bisa mencapai Rp14 juta per malam,” katanya.

Baca Juga: Lihat Peluang, Permata Graha Land Pasarkan Kavling Resor Marina Clifftop

Namun, imbuh Satya, untuk mendongkrak jumlah penyewa sekaligus menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, pihaknya bisa memasang harga sewa Rp3 jutaan per malam.

Melihat tingginya minat wisatawan, baik nasional maupun internasional yang berkunjung ke Bali, Satya optimistis pemilik Ratnamaya bisa mendapatkan passive income sekitar Rp50 juta hingga Rp90 juta per bulan.

“Perlu diketahui bahwa ada juga kebiasaan asing, seperti dari Rusia dan China mereka menginap hingga beberapa bulan di satu vila di Bali,” pungkas Satya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda