Permintaan Minim, Harga Sewa Perkantoran di CBD Jakarta Turun 0,5%

Konsultan properti global, Savvils Indonesia merilis hasil riset terbaru mereka untuk pasar perkantoran di kawasan Central Bussines District (CBD) di Jakarta pada kuartal I-2018.

Pasar Perkantoran di CBD-RumahHokie.com-Adhitya Putra-DSC_5963
(Foto: Adhitya Putra- RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kenaikan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai 5,07% pada kuartal IV-2017 lalu, belum mampu mendongkrak pertumbuhan sektor bisnis properti, terutama untuk bisnis perkantoran di Jakarta.

Konsultan properti global, Savills Indonesia merilis hasil riset terbaru mereka untuk pasar perkantoran kawasan CBD di Ibukota pada periode kuartal I-2018.

Menurut Head of Research & Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, beberapa tahun belakangan ini memang permintaan (sewa) perkantoran masih sangat minim.

“Walaupun, kita melihat permintaan perkantoran di CBD bertambah menjadi 21.000 meter persegi, namun belum banyak,” jelasnya, Rabu (28/03/2018) di Jakarta.

Baca Juga : Harga Sewa Perkantoran di CBD Diperkirakan Turun Hingga 2019

Anton melanjutkan, saat ini tingkat vacancy (kekosongan) gedung perkantoran kawasan CBD di Jakarta telah menyentuh angka 22,4% dari stok yang ada di pasaran. “Bandingkan dengan kondisi ketika tahun 2014 yang tingkat kekosongannya hanya di angka 5%,” katanya.

Oleh sebab itu Savvils Indonesia melihat sejauh ini para pemilik bangunan masih bergumul dan berjuang untuk mengisi tingkat kekosongan gedung perkantoran milik mereka.

Dengan kondisi seperti itu, berimbas kepada harga sewa perkantoran secara umum yang turun tipis di angka 0,5%. Kini rata-rata harga sewa mencapai Rp205 ribu per meter persegi.

Di kuartal I-2018 ini, jumlah pasokan gedung perkantoran baru yang berada di kawasan CBD Jakarta untuk semua grade mencapai angka 97.000 meter persegi.

Sedangkan untuk luas pasokan secara keseluruhan area perkantoran CBD, berada di angka 6,05 juta meter persegi.

Baca Juga : Pertumbuhan Harga Sewa Gedung Perkantoran Non CBD Masih Melemah

Anton juga mengutarakan bahwa ada kondisi yang cukup menolong dari tingkat kekosongan yang terjadi di pasar sewa perkantoran tersebut. Dengan berkembangnya bisnis e-commerce di Tanah Air, mereka mulai menjadi tenant penyewa di gedung yang baru tersebut.

Jika melihat tren sebelumnya, gedung perkantoran di kawasan CBD biasanya dihuni oleh perusahaan gas dan minyak, perusahaan bank, perusahaan trading dan sebagainya.

“Dalam kondisi permintaan (sewa) perkantoran dari perusahaan oil and gas yang masih lemah, kini diisi oleh permintaan dari perusahaan e-commerce yang sebelumnya mungkin menggunakan ruang perkantoran, seperti co working space,” pungkas Anton.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda