Permintaan Sewa Kantor di Kawasan CBD Jakarta Masih Tertekan

Permintaan sewa ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta, hingga pertengahan tahun 2018, hanya mencapai 30.200 meter persegi.

Permintaan Sewa Kantor di Kawasan CBD Jakarta
(Foto : Adhitya Putra -RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, Savills Indonesia, membaca bahwa permintaan sewa ruang kantor untuk kawasan Central Bussines District (CBD) di Jakarta, terbilang masih rendah.

“Sampai dengan kuartal I-2018, permintaan ruang kantor masih rendah. Apabila dibanding dengan tahun lalu, saat ini permintaan belum ada separuhnya,” ujar Anton Sitorus, Direktur Riset, Savills Indonesia, ketika jumpa media, Rabu (29/08/2018) yang lalu di Jakarta.

Permintaan sewa ruang perkantoran (nett take-up), di kawasan CBD Jakarta hingga pertengahan tahun hanya mencapai 30.200 meter persegi.

Baca Juga : Permintaan Minim, Harga Sewa Perkantoran di CBD Jakarta Turun 0,5%

Jumlah itu masih jauh jika dibandingkan saat pasar sewa perkantoran sedang booming di tahun 2011, yang mampu mencapai 400.000 meter persegi dalam setahun.

“Jika pada kuartal II-2018 kondisi permintaan ruang kantor hanya sekitar 30.000-an meter persegi kembali, bisa dipastikan nett take-up diperkirakan hanya mencapai 60.000 meter persegi,” ucap Anton.

Adapun penyebab dari kondisi permintaan sewa kantor yang sepi, ia mengatakan karena kondisi bisinis dan perekonomian yang masih lesu.

Walaupun demikian, tren tersebut berbanding terbalik dengan pasokan ruang perkantoran di CBD Jakarta yang banyak. Hingga saat ini, Savills Indonesia mencatat terdapat 140.000 meter persegi pasokan ruang perkantoran baru di Ibukota.

Baca Juga : Benarkah Asian Games 2018 Pengaruhi Pasar Properti Indonesia?

“Suplai kantor yang banyak, namun permintaan sewa yang sedikit, mengakibatkan tingkat vacancy atau kekosongannya naik mencapai 22,8%” jelas Anton.

Menurutnya, tahun ini saja akan ada 800.000 meter persegi pasok ruang kantor baru masuk ke pasar. Mereka memperkirakan ruang kosong itu akan semakin bertambah. Untuk perkantoran di wilayah CBD diperkiraan kenaikannya mencapai 30%.

“Di satu sisi kondisi tersebut bisa dimanfaatkan para tenant untuk mencari ruang baru dan melakukan negosiasi terhadap harga sewa. Di sisi lain, ini menjadi tantangan berat bagi pemilik bangunan (landlord) untuk mengisi properti mereka,” katanya.

Karena permintaan minim dan tingkat vacancy naik, membuat harga sewa menjadi tertekan. Savills memprediksi harga sewa kantor hingga tahun depan akan turun.

“Kondisi ini (tekanan harga sewa) mulai terjadi sejak tahun 2015 hingga saat ini. Kami berharap di tahun 2019 mendatang ada penyesuaian harga yang lebih menggembirakan,” pungkas Anton.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda