Permudah Penyaluran KPR Subsidi, Kementerian PUPR Rilis Aplikasi SiKasep

Aplikasi mobile SiKasep disusun untuk mempermudah masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam mencari dan menentukan rumah subsidi sesuai yang diharapkannya.

peluncuran-sikasep-Sistem-Informasi-KPR-Subsidi-Perumahan---KemenPUPR---rumahhokie---dok
Peluncuran aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) - (Foto: KemenPUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus beradaptasi dengan teknologi informasi yang banyak dipakai generasi milenial—yang mulai banyak mencari hunian. Untuk itu, melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).

Peluncuran aplikasi mobile tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Anita Firmanti—mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono—didampingi Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid; Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Perumahan, Eko Djoeli Heripoerwanto; dan Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Kementerian PUPR Rilis Sirumba, Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana

Dalam sambutannya, Anita Firmanti mengatakan, sistem ini disusun untuk mempermudah masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam mencari dan menentukan rumah subsidi sesuai yang diharapkannya.

“Adanya aplikasi SiKasep diharapkan memenuhi kebutuhan generasi milenial yang menginginkan kecepatan dan kemudahan informasi dalam memilih dan membeli rumah yang mereka minati. Diperkirakan terdapat kurang lebih 81 juta generasi milenial yang belum memiliki rumah. Ini menjadi pasar yang potensial,” tutur Anita Firmanti dalam siaran pers yang dirilis Kementeruan PUPR.

MBR Tak Lagi Jadi Objek
Sementara itu, Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin dalam laporannya mengatakan, peluncuran SiKasep diharapkan membuat MBR tidak lagi menjadi objek, namun menjadi subjek penyediaan perumahan.

Melalui SiKasep, pengguna secara online terhubung dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem host to host. Sedangkan untuk proses verifikasi pengguna, SiKasep terhubung langsung ke Kementerian Dalam Negeri yang sekaligus telah terkoneksi dengan data FLPP yang dikelola oleh BLU PPDPP sehingga subsidi dapat tepat sasaran.

Baca Juga: Kementerian PUPR Tetapkan Empat Kriteria Baru Rumah Layak Huni

“Pemanfaatan aplikasi SiKasep ini berbasis pada koordinat, sehingga pengguna dapat mengajukan permohonan KPR subsidi seperti KPR Sejahtera FLPP atau lainnya kepada Bank yang diinginkan. Selain itu, pengguna juga dapat langsung memeriksa status proses pengajuan KPR subsidinya,” papar Arief lebih lanjut.

Untuk Bank Pelaksana, menurut Arief, SiKasep memudahkan dalam melakukan identifikasi calon debitur, dimana calon debitur yang mengajukan telah memenuhi kriteria sebagai penerima subsidi dengan unit rumah yang telah dipilihnya sehingga proses pengajuan KPR lebih efisien. Sementara bagi pengembang perumahan yang telah teregistrasi dapat berkontribusi dalam sistem dengan mengumpulkan data perumahan secara lengkap, baik yang sudah tersedia, sedang dibangun, maupun rencana pembangunan ke depannya.

Baca Juga: Inilah Daftar 37 Bank Penyalur KPR Subsidi FLPP di 2020

“Begitu juga dengan kualitas rumah, pengembang nantinya wajib mendaftarkan kavling yang sedang dibangun dalam setiap tahap prosesnya dengan kriteria dari warna putihsaat persiapan ke kuning, warna kuning saat proses membangun, warna hijau siap KPR, dan warna merah sudah dihuni,” jelas Arief.

Konsep Supply dan Demand
Sementara itu, lanjut Arief, aplikasi ini bermanfaat bagi PPDPP dalam mengawasi kualitas kontruksi bangunan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, sehingga turut mendukung kebijakan relaksasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF)/IMB). Hal ini dimungkinkan karena SiKasep dibentuk berdasarkan konsep supply (ketersediaan) dan demand (kebutuhan).

Baca Juga: ATR/BPN Akan Jadi Pengelola Big Data Pertanahan dan Tata Ruang di Indonesia

“Pada akhirnya, PPDPP Kementerian PUPR akan punya data yang besar (big data) terkait jumlah MBR yang disandingkan dengan stok perumahan dan proses dari hulu sampai hilir. Diharapkan 2020 nanti kalau kita bicara backlog angka-angka yang ada merupakan angka yang real time,” tutur Arief.

Melalui SiKasep, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan ketersediaan hunian langsung dari masyarakat dan dapat mendorong para pengembang bersama dengan bank pelaksana untuk memenuhi ketersediaan hunian sesuai yang dibutuhkan masyarakat.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda