Pertumbuhan Co-Working Space Dipengaruhi oleh Tren Generasi Milenial

Berdasarkan hasil riset perusahaan konsultan real estat global, Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan permintaan coworking space di Asia Pasifik tumbuh sebesar 35,7% per tahun

Pertumbuhan Co-Working Space Dipengaruhi oleh Tren Generasi Milenial
(Foto: Cocowork UOB Plaza)

RumahHokie.com (Jakarta) – Permintaan ruang kerja bersama atau co-working
space mengalami pertumbuhan pesat di Asia Pasifik. Bahkan, pertumbuhan coworking space di kawasan tersebut lebih pesat apabila dibandingkan dengan wilayah lain, seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Berdasarkan hasil riset perusahaan konsultan real estat global, Jones Lang LaSalle (JLL) menyebutkan permintaan coworking space di Asia Pasifik tumbuh sebesar 35,7% per tahun. Riset itu dilakukan di 12 pasar utama Asia Pasifik.

Sedangkan, pertumbuhan ruang kerja bersama (co-working space) di Amerika Serikat tumbuh mencapai 25,7% dan di Eropa tumbuh 21,6%.

Baca Juga: Tegaskan Ekspansinya, EV Hive Ubah Nama Menjadi Cocowork

Faktor utama pesatnya pertumbuhan dikarenakan banyak pemerintah di Asia Pasifik mendorong lahirnya wirausahawan lewat perusahaan rintisan (startup). Selain itu, melambatnya pertumbuhan industri tradisional seperti manufaktur dianggap pula sebagai alasan berkembangnya kantor dengan konsep ruang kerja bersama.

Contohnya, Pemerintah Singapura telah mendukung lokasi dengan ruang fleksibel yaitu JTC Launchpad yang merupakan ‘rumah’ bagi perusahaan rintisan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah New South Wales yang juga berkomitmen mendukung melalui pengembangan Sydney Startup Hub, yang melayani pengusaha rintisan.

Sedangkan, di Indonesia tepatnya di Jakarta, terjalin kerja sama antara Pemerintah Provinsi dengan operator co-working space, dengan nama Jakarta Smart City (JSC) Hive By Cocowork yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: UOB Indonesia dan Cocowork Jalin Kemitraan untuk Co-Working Baru

Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna menilai pesatnya pertumbuhan ruang kerja bersama timbul karena adanya pengaruh berubahnya budaya kerja di kalangan generasi milenial.

Mereka cenderung ingin bekerja serba fleksibel. Dari jam berangkat hingga suasana tempatnya bekerja. Maka, ia menyebut bekerja di co-working space saat ini telah menjadi tren.

Generasi milenial lebih mudah berubah dengan gaya hidup baru. Sekali lagi saya tekankan tren perubahan terus terjadi. Apa yang kita polakan dengan masa lalu akan terus berubah. Dengan kondisi yang semakin lama menuntut gejala yang terjadi sekarang sebetulnya harus dibaca pertanda apa itu,” kata Yayat, Senin (15/10/2018).

Adapun Carlson Lau, CEO & Co-Founder Cocowork, menerangkan konsep co-working space yang terbuka menjadi kesempatan bagi tiap individu maupun kelompok untuk berinteraksi dengan individu maupun kelompok lainnya.

“Melalui kegiatan yang kami adakan, tiap individu maupun startup dapat bertemu dan saling berkolaborasi dan membentuk komunitas,” pungkas Carlson.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda