Pertumbuhan Harga Rumah Tipe Kecil Paling Tinggi

BTN Housing Price Index juga mencatat 10 provinsi dengan kenaikan harga rumah tertinggi.

maryono - bank btn - btn house price index - btn hpi - anto erawan - rumahhokie - dok
Maryono, Direktur Utama Bank BTN (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – BTN House Price Index (BTN HPI) mencatat, sejak Januari 2014, indeks harga rumah tipe kecil (tipe 21 – 36) mencapai 167,74. Angka ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan indeks rumah tipe 45 dan 70 yang masing-masing sebesar 143,97 dan 141,20. Data BTN House Price Index juga menunjukkan, rumah tipe 21 – 36 mengalami kenaikan harga paling tinggi dibandingkan rumah tipe lain.

“Hal ini menggambarkan bahwa permintaan rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas. Hal ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah,” kata Maryono Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk saat peluncuran BTN House Price Index, Kamis (13/9/2018).

Baca Juga: Bantu Stakeholder Properti Tanah Air, Bank BTN Luncurkan House Price Index

Sementara pada Juni 2018, rumah tipe 36 tercatat memiliki indeks tertinggi dibandingkan dengan tipe lain, yaitu sebesar 167,74 dengan kenaikan tahunan (yoy) 8,40%. Sedangkan, rumah tipe 70 memiliki kenaikan bulanan paling tinggi pada Juni 2018 dengan peningkatan 1,13% dalam satu bulan.

Maryono menuturkan, BTN HPI menggambarkan indeks yang tinggi namun belum tentu sebagai harga yang termahal. Contohnya, BTN HPI rumah tipe 36 pada Juni 2018 sebesar 167,74; tipe 45 sebesar 143,97; sedangkan tipe 70 sebesar 141,20.

Baca Juga: Bank BTN Tawarkan KPR Khusus Generasi Milenial

“Indeks ini berarti sejak Januari 2014 sampai dengan Juni 2018 rumah tipe 36 mengalami kenaikan harga sebesar 67,74% atau paling tinggi dibanding tipe lain. Namun tingginya kenaikan indeks ini tidak mengindikasikan harga yang paling mahal,” jelasnya.

10 Provinsi dengan Kenaikan Harga Rumah Tertinggi
Kepulauan Riau menjadi provinsi dengan pertumbuhan rata-rata tertinggi secara tahunan (yoy) sejak Januari 2014 dengan kenaikan 20,08%. DKI Jakarta menyusul di posisi kedua dengan angka 17,55%.

Sementara, di posisi ketiga hingga sepuluh ditempati oleh Jawa Timur (13,96%), Yogyakarta (13,7%), Banten (11,18%), Jawa Barat (10,61%), Sumatera Selatan (9,71%), Nusa Tenggara Timur (9,3%), Jawa Tengah (9%), dan Papua (5,6%).

Baca Juga: Properti Residensial: Harga Tersendat, Penjualan Terhambat

Di sisi lain, ada empat provinsi yang memiliki indeks di atas HPI nasional, yaitu: Kepulauan Riau (dengan indeks 215,43), DKI Jakarta (189,2), Jawa Timur (173,34), dan Banten (156,8).

“HPI di Kepulauan Riau rata-rata pertumbuhannya sebesar 20,08%  didorong perkembangan properti di Batam yang terus meningkat seiring dengan kenaikan harga rumah. Tidak heran Batam menjadi  kabupaten yang mencatatkan HPI sebesar 223,76 tertinggi—atau tertinggi kedua setelah kabupaten Jember di Jawa Timur yang mencapai 229,4,” ungkap Maryono.

Baca Juga: Ingin Punya Rumah di Usia 30 Tahun? Ini yang Kamu Harus Lakukan

Ke depan, Maryono memproyeksikan HPI akan terus meningkat meski pertumbuhan harga rumah cenderung melambat karena faktor supplydemand, tingkat suku bunga kredit, dan ketersediaan properti.

Kendati demikian, dia menilai permintaan rumah masih cukup tinggi di provinsi yang padat penduduk, seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena backlog berdasarkan data per Juni 2016 di dua provinsi tersebut masih tinggi, masing-masing 860.385 unit dan 1.013.624 unit.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda