Pertumbuhan Harga Sewa Gedung Perkantoran Non CBD Masih Melemah

Pasar sewa perkantoran non central business district (CBD) Jakarta, masih stagnan. Hal tersebut tak terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih melemah.

Ilustrasi (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Menjelang pergantian tahun 2017, kondisi pasar sewa perkantoran di wilayah non central business district (CBD) Jakarta, masih belum menunjukan perkembangan yang signifikan. Hal tersebut tak terlepas dari aktivitas bisnis global di berbagai sektor yang masih melemah.

Dalam sesi Jakarta Property Market Update 2017, Rabu (20/12/2017) Savills Indonesia memaparkan hasil risetnya mengenai kondisi terkini pasar sewa perkantoran non CBD di Ibukota.

Menurut Head of Research Savills Indonesia, Anton Sitorus, sepanjang tahun 2017 pasokan untuk perkantoran di wilayah non CBD yang masuk ke pasar sebenarnya tak banyak. Hanya sekitar 151.000 meter persegi.

Baca Juga: Tingkat kekosongan Tinggi, Sewa Perkantoran Non CBD Stagnan

“Apabila dibandingkan dengan kondisi dua tahun terakhir, penurunan pasokan kantor non CBD tersebut cukup drastis. Pada tahun 2015 terdapat 400.000 meter persegi dan di tahun 2016 ada sekitar 200 ribuan meter persegi.” ujarnya.

Tak hanya dari sisi pasokan, Anton juga menjelaskan permintaan penyewaan ruang perkantoran di kawasan non CBD juga mengalami penurunan. “Tingkat permintaan ruang kantor di daerah non CBD sepanjang  tahun ini hanya sekitar 79.000 meter persegi,” tambahnya.

Adapun untuk tingkat kekosongan ruang (Vacancy) gedung perkantoran non CBD mencapai angka 24,2% atau lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tingkat kekosongan perkantoran di daerah CBD yang hanya sebesar 21,5%.

Dalam hal segmen, penyerapan pasar sewa kantor di kawasan non CBD relatif lebih merata. Namun tak bisa dipungkiri daerah selatan, seperti kawasan TB. Simatupang dan Kebayoran masih menjadi pilihan favorit para penyewa kantor.

Sementara untuk  harga sewa perkantoran di daerah non CBD sepanjang tahun 2017, mengalami penurunan sebesar 1,3 %.

Baca Juga: Harga Sewa Perkantoran di CBD Diperkirakan Turun Hingga 2019

Kondisi Perkantoran CBD
Kondisi perkembangan yang stagnan juga dialami pasar sewa perkantora di kawasan central business district (CBD) di Ibukota. Sampai akhir tahun 2017, harga sewa perkantoran di kawasan CBD masih turun diangka 6,4%. Sedangkan, untuk tingkat kekosongan menembus angka 22%

Segmen penyerapan kantor di kawasaan CBD didominasi oleh perkantoran dengan grade A yang mencapai 85%. Sementara itu, segmen perkantoran dengan grade dibawahnya, tidak mengalami penyerapan yang berarti.

“Dengan kondisi tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik gedung. Sementara di sisi penyewa, penurunan tersebut merupakan momen untuk mereka melakukan negosiasi ulang atau jika masa sewa mau habis, segera lakukan deal, karena posisi tawar mereka sedang tinggi,” pungkas Anton menyarankan.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda