Perumahan untuk Generasi Milenial Butuh Regulasi Khusus

Regulasi perumahan untuk generasi milenial penting dibuat, karena mereka memiliki income di atas MBR tapi masih sulit untuk membeli rumah komersial.

Indonesia Housing & Creative Forum - uang muka nol rupiah - generasi milenial - anto erawan - rumahhokie - dok
Indonesia Housing & Creative Forum, mengangkat tema “Uang Muka KPR Nol Rupiah Dongkrak Kebangkitan Properti Generasi Milenial (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Dinilai memiliki potensi pasar yang besar, generasi milenial diincar stakeholder perumahan, seperti developer dan perbankan penyalur KPR.

Kendati demikian, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lantaran tingginya down payment (DP) yang diberlakukan perbankan.

Baca Juga: Bank BTN Tawarkan KPR Khusus Generasi Milenial

Melihat kondisi tersebut, sejak 1 Agustus, 2018 Bank Indonesia melakukan relaksasi Loan to Value (LTV) KPR. Demikian penuturan Bayu Adi Gunawan, Manager Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia pada diskusi Indonesia Housing & Creative Forum, bertajuk “Uang Muka KPR Nol Rupiah Dongkrak Kebangkitan Properti Generasi Millennial”, Selasa (4/9/2018).

Salah satu upaya yang dilakukan, imbuhnya, adalah dengan memberikan kebebasan bagi bank-bank dengan berkinerja baik untuk menentukan besaran uang muka hingga 0%.

Baca Juga: Inspirasi Rumah yang Mendorong Kreativitas Generasi Milenial

“Bank dengan kategori baik tersebut memiliki NPL (non performing loan) di bawah 5%,” kata Bayu.

Lebih lanjut dia berharap, kebijakan relaksasi LTV ini dapat membuat aktivitas bisnis properti kembali menggeliat sehingga menjadi mesin penggerak perekonomian nasional yang saat ini pertumbuhannya masih landai.

Perlu Regulasi Khusus
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Real Estate Indonesia (REI) Lukman Purnomosidi mengatakan, relaksasi LTV yang dilakukan BI mulai menunjukkan hasil. Meski belum menyeluruh, tapi saat ini mulai banyak pengembang bekerjasama dengan perbankan melakukan promo menarik guna menggairahkan pasar.

“Ke depan, saya berharap semakin banyak developer yang menawarkan berbagal kemudahan transaksi kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga pasar properti semakin bergairah,” tuturnya.

Baca Juga: Inilah Ciri-ciri “Hunian Zaman Now” yang Diminati Generasi Milenial

Lukman mengatakan, regulasi untuk generasi milenial penting dibuat. Pasalnya, kebanyakan dari mereka memiliki income di atas MBR (sekitar Rp5 juta – Rp10 juta), sehingga mereka tak bisa mendapatkan subsidi perumahan dari pemerintah, sementara untuk membeli rumah komersial pun sulit.

“Generasi milenial belum mampu membeli rumah di atas Rp300 juta. Karena itu, jika generasi milenial dianggap sebagai tulang punggung ekonomi masa depan, maka kebijakan perumahan untuk mereka harus dibuat,” katanya.

Lukman mengusulkan, agar generasi milenial bisa memiliki hunian, mereka sebaiknya diberi fasilitas membeli rumah semi MBR dengan harga Rp140 juta – Rp500 juta dengan 50% subsidi FLPP. Sementara di sisi pajak, mereka diberi keringanan PPN dan PPh.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda