Potensi Industri Furnitur Indonesia Masih Bisa Bertumbuh di Pasar Global

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian kinerja ekspor industri furnitur terus membaik. Di tahun lalu saja, nilai ekspor industri furnitur nasional mencapai USD1,69 miliar.

Indonesia International Furniture Expo (IFEX), industri furnitur, produk furnitur indonesia
Salah satu pengunjung pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019, sedang melihat furnitur rotan yang dijual dalam gelaran tersebut. (Foto: Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Industri furnitur masih menjadi salah satu andalan dalam mendukung perekonomian nasional. Industri tersebut mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar dan dari tahun ke tahun pertumbuhannya berjalan dengan baik.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian kinerja ekspor industri furnitur terus membaik. Di tahun lalu saja, nilai ekspor industri furnitur nasional mencapai USD1,69 miliar.

Industri furnitur nasional diperkirakan masih akan bertumbuh mengingat Indonesia memiliki berbagai keunggulan misalnya dalam hal ketersediaan bahan baku dan sumber daya manusia.

Baca Juga: IFEX 2019 Resmi Digelar, Pelaku Industri Furnitur Optimistis Pasar Dapat Berkembang

“Potensi lahan hutan di Indonesia saat ini mencapai sekitar 120 juta hektar, dimana 12 juta diantaranya merupakan hutan produksi. Indonesia juga dikenal sebagai negara penghasil rotan terbesar di dunia,” ujar Soenoto, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), seperti dilansir dari siaran pers, Jumat (20/12/2019).

Meski demikian, di kawasan Asia, kinerja ekspor Indonesia masih jauh di bawah Vietnam yang saat ini berada di posisi ke-7.

Sedangkan ekspor furnitur dunia masih didominasi oleh China, diikuti Jerman, Italia, Polandia, dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Asosiasi: Butuh Peran Ekstra Pemerintah untuk Kemajuan Industri Furnitur Nasional

“Industri furnitur kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan, agar mampu bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam. Indonesia sebenarnya memiliki banyak keunggulan tetapi kita masih belum memaksimalkan potensi industri furnitur,” ucap Soenoto.

Ia menyatakan pertumbuhan industri furnitur nasional saat ini berkisar 5%-6% per tahun, sementara Vietnam bisa mencapai 16% per tahun.

Untuk mengejar defisit 10% tersebut, menurut dia diperlukan upaya serius dari seluruh pihak baik dari pemerintahan maupun para pelaku industri.

Baca Juga: Terjun ke Bisnis Home Decor, Drew Barrymore Luncurkan Rangkaian Furnitur Cantik

“Kami dari asosiasi selalu optimis bahwa industri furnitur nasional bisa terus bertumbuh dan menunjukkan kinerja yang terus membaik dari tahun ke tahun,” kata Soenoto.

Soenoto menyatakan para pelaku industri juga bisa menjalin kerjasama dengan negara lain
untuk meningkatkan daya saing produk furnitur Indonesia, misalnya dengan China.

“Kemitraan dengan para investor China bisa membuka peluang untuk menjalin kerjasama dengan jaringan bisnis global mereka,” tandas Soenoto.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda