Praktisi: Rumah Minimalis Cenderung Jadi Pilihan Masyarakat Saat Ini

Rumah minimalis semakin dilirik masyarakat karena menawarkan berbagai keuntungan, seperti harga beli lebih murah serta beban biaya perawatan yang terbilang mudah.

Rumah Minimalis, Kouichi Kimura Architects,
Contoh desain rumah minimalis di Jepang. (Foto: Kouichi Kimura Architects)

RumahHokie.com (Jakarta) – Semakin terbatasnya lahan untuk hunian di perkotaan, berdampak pada gagasan akan konsep desain rumah minimalis. Banyak masyarakat mulai melirik rancangan hunian di lahan yang terbatas.

Terkait hal itu, Rohadi, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat menerangkan memang saat ini ada kecenderungan tren di masyarakat untuk memilih rumah dengan ukuran minimalis.

Hal itu dikarenakan pertimbangan harga dan kemudahan dalam perawatan, apabila dibandingkan hunian berukuran besar.

Baca Juga: Rumah Minimalis Keren Ini Dibangun Di Lahan 2 Meter, Kok Bisa?

“Saat ini tren huniannya adalah yang simpel dan berdasarkan selera gaya desain pemilik properti. Rancangan hunian kini juga mengarah berdasarkan kebutuhan penghuninya,” ujar Rohadi ditemui di gelaran Homedec di JCC Senayan, Kamis (11/07/2019).

Meski lahan rumah terbilang terbatas, akan tetapi pemilik hunian masih tetap bisa menerapkan gaya interior bernuansa etnik ataupun shabby chic pada rumah mungil.

Pemilik rumah kecil juga menurutnya, harus mempertimbangkan penggunaan tone warna yang digunakan pada bagian interior maupun eksterior bangunan.

Baca Juga: Berbagai Ide dan Inspirasi Lemari Penyimpanan untuk Rumah Minimalis

“Mereka harus juga memperhatikan kesesuaian kebutuhan warna dan ruang pada desain rumah minimalis yang dihuni,” kata Rohadi.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Nuarista Edi Nugraha, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, menambahkan rumah sebagai bagian dari gaya hidup tentu saja selalu berubah.

Dia mengatakan berdasarkan pola gaya hidup saat ini, ada kecenderungan mengarah kepada yang simpel, praktis dan sederhana. Menurutnya, sisi keawetan jadi pertimbangan kedua yang dipikirkan.

“Dulu, orang beli sofa atau perabot furnitur lainnya itu, jika belum rusak tidak akan diganti. Belakangan ini saya melihat seorang teman, bahwa dalam periode yang tidak lama, selalu ada yang berubah pada (dekorasi) rumahnya. Bukan karena rusak, namun karena bosan,” cerita Nuarista.

Lebih lanjut, seiring dengan pergesaran gaya hidup tersebut menimbulkan perubahan pada konsep rumah tinggal.

Baca Juga: Alasan Mengapa Gaya Rumah Minimalis Cocok untuk Anda

Nuarista menuturkan, kalau dulu anggapan orang bahwa konsep rumah berukuran besar itu nyaman, sekarang ini tidak lagi. Justru, ukuran rumah minimalis terasa lebih nyaman, karena dianggap lebih intim dan penghuninya tidak banyak.

Ia berpendapat ada sisi lain yang dahulu tidak banyak diterapkan pada desain sebuah bangunan tempat tinggal adalah bagian yang menghibur.

“Kalau dulu orang merancang rumah hanya berfokus pada aspek fungsionalitas saja. Namun kini desain rumah juga dituntut untuk fungsional dan juga menghibur. Ada beberapa klien yang menginginkan rumahnya didesain dengan gaya selaiknya di kafe. Jadi, rumahnya dirancang seperti tempat nongkrong“, pungkas Nuarista.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda