Presiden Imbau Masyarakat Hati-hati Agunkan Sertifikat Tanah ke Bank

Presiden juga menyoroti baru enam juta hektar tanah di Jawa Barat yang terdaftar dari 19 juta hektar tanah yang ada di provinsi tersebut.

lahan-tanah-apartemen-evenciio-depok-margonda-rumahhokie-anto-erawan-dok
Lahan apartemen Evenciio Margonda (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bandung) – Sekali lagi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya sertifikat tanah.

Hal tersebut disampaikannya kepada jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) usai menyerahkan sertifikat tanah hasil program strategis nasional secara simbolis di Bandung, pekan lalu.

Presiden Jokowi mengungkapkan, bahwa dirinya pernah memiliki pengalaman mengurus sertifikat tanah.

“Pada usia 34 tahun, saya membeli tanah. Tanah tersebut sudah saya bayar dan saya buat sertifikatnya. Saya menunggu selama tiga tahun dan pada saat sertifikat itu jadi saya senang sekali,” ungkap Jokowi seperti dinukil dari siaran pers ATR/BPN.

Presiden menambahkan, dengan sertifikat tanah, status kepemilikan tanahnya menjadi jelas.

“Dengan memiliki sertifikat tanah, status kepemilikan tanah menjadi jelas. Konflik tanah dan sengketa yang terjadi karena masyarakat tidak memegang sertifikat,” tutur Jokowi.

Hati-hati Mengagunkan Sertifikat
Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa sertifikat juga dapat diagunkan ke bank. Namun dirinya pun meminta masyarakat berhati-hati dalam mengagunkan sertifikat tanah mereka ke bank.

“Jika ingin mengagunkan sertifikat ke bank haruslah untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti untuk modal usaha. Jangan untuk membeli sepeda motor atau mobil,” imbau Jokowi.

Dia menambahkan, masyarakat harus mengetahui kemampuan sebelum meminjam melalui bank.

“Jangan sampai sertifikat tanah kita ditahan bank, karena kita tidak mampu membayar kreditnya,” ujar dia.

Presiden juga menyoroti baru enam juta hektar tanah di Jawa Barat yang sudah terdaftar dari 19 juta hektar tanah yang ada di provinsi tersebut.

Menurut Presiden, hal ini harus segera diselesaikan oleh Kementerian ATR/BPN.

“Tidak hanya Jawa Barat saja tapi seluruh Indonesia,” kata Jokowi berharap.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil melaporkan bahwa sertifikat tanah untuk wilayah Bandung Raya diserahkan ke 1.998 orang.

Ia juga menambahkan bahwa program legalisasi aset untuk wilayah Jawa Barat tahun 2017 ini sebanyak 384.500 bidang.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda