Program Sejuta Rumah di Provinsi Lampung Terus Ditingkatkan

Untuk tahun anggaran 2019, Kementerian PUPR memberikan bantuan untuk Lampung berupa rumah susun sebanyak tiga tower serta program bedah rumah sebanyak 2.750 unit.

Program Sejuta Rumah, Lampung, Kementerian PUPR
(Foto: dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan perumahan di Provinsi Lampung.

Berbagai program pembangunan, seperti rumah khusus, rumah susun (rusun), dan bedah rumah, terus ditingkatkan untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak huni untuk masyarakat di daerah tersebut.

“Kami terus mengupayakan penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah di Lampung,” ujar Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, seperti dilansir dari siaran pers, Senin (15/07/2019).

Baca Juga: Pembangunan Capai 24,8%, Kementerian PUPR Lakukan Evaluasi Program Perumahan

Berdasarkan data yang ada di Kementerian PUPR, imbuh Khalawi, sejak tahun 2015 sampai dengan 2018, pihaknya telah melaksanakan program bantuan perumahan di daerah Lampung.

Beberapa pembangunan yang dilaksanakan antara lain berupa rumah khusus sebanyak 384 unit, rumah susun 23 tower atau 1.214 unit.

Selain itu, pihaknya mengakui juga telah melaksanakan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah berupa peningkatan kualitas rumah sebanyak 13.034 unit dan pembangunan rumah baru sejumlah 1.444 unit.

Baca Juga: Menteri PUPR: Kenaikan Harga Rumah Subsidi Tidak Pengaruhi Permintaan

“Untuk tahun anggaran 2019, kami memberikan bantuan di Lampung berupa rumah susun sebanyak tiga tower atau 102 unit. Selain itu juga ada BSPS PK Tahap I, sebanyak 2.750 unit dan BSPS PK Tahap II sebanyak 2.000 unit,” katanya.

Khalawi mengatakan, persoalan penyediaan perumahan menjadi salah satu permasalahan yang belum sepenuhnya terselesaikan dan masih menjadi tantangan di masa mendatang.

Untuk itu, diperlukan kontribusi dari semua pemangku kepentingan di bidang perumahan, tidak hanya Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah saja, melainkan juga kontribusi dari pihak swasta yang melakukan pembangunan di bidang perumahan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bantu Komunitas Pedagang Bakso dan Tahu untuk Miliki Rumah Layak

Sementara itu, Gubernur Provinsi Lampung yang diwakili oleh Plt Sekda Provinsi Lampung,
Fahrizal Darminto menerangkan backlog perumahan di daerahnya hingga tahun 2018 masih tinggi.

“Kami mencatat backlog kepemilikan rumah di Lampung sebesar 247.000 unit lebih.
Sedangkan backlog penghunian sebesar 181.000 unit. Kami berharap Kementerian PUPR dapat memberikan bantuan perumahan kepada masyarakat Lampung lebih banyak lagi,” pungkas Fahrizal.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda