Properti Komersial Bandung: Suplai Tertinggi, Harga Turun Signifikan

Survei Bank Indonesia menyebut, penurunan harga properti komersial terutama terjadi pada segmen hotel (-5,98%, qtq) dan segmen perkantoran (-0,06%, qtq).

Foto: Wikipedia.org

RumahHokie.com (Jakarta) – Indeks Harga Properti Komersial kuartal IV-2016 mengalami penurunan, lebih rendah dibandingkan penurunan pada kuartal sebelumnya.

Indeks Harga Properti Komersial pada kuartal IV-2016 mencapai 167,23 atau turun -0,06% (qtq), lebih rendah dibandingkan penurunan -0,19% (qtq) di kuartal sebelumnya. Demikian hasil riset Perkembangan Properti Komersial yang di rilis Bank Indonesia.

Penurunan harga properti komersial terutama terjadi pada segmen hotel (-5,98%, qtq) dan segmen perkantoran (-0,06%, qtq).

Penurunan harga terutama terjadi di wilayah Bandung (-0,95%, qtq) dan Jabodebek (-0,04%, qtq) sejalan dengan menurunnya tingkat hunian kamar hotel karena faktor persaingan.

Baca Juga: Pasokan Naik Tipis, Demand Properti Komersial Melemah

Sementara itu, kenaikan harga properti komersial tertinggi terjadi pada segmen convention hall (2,73%, qtq) karena meningkatnya permintaan.

Penurunan harga properti komersial juga terjadi secara tahunan, yaitu sebesar -0,33% (yoy), setelah pada kuartal sebelumnya mencatat kenaikan sebesar 0,12% (yoy).

Penurunan harga terdalam berasal dari segmen apartemen (-0,87%, yoy), khususnya apartemen sewa, dan segmen hotel (-0,42%, yoy).

Penurunan harga diperkirakan terjadi karena permintaan masyarakat yang tumbuh terbatas dibandingkan dengan kenaikan pasokan.

Secara regional, Jakarta mencatat penurunan harga properti komersial terdalam (-0,31%, yoy), diikuti Medan (-0,26%, yoy). Sementara itu, kenaikan harga properti komersial tertinggi terjadi di Semarang (3,65%, yoy) terutama pada segmen perkantoran (9,30%, yoy).

Pasokan Baru di Jabodetabek
Indeks pasokan properti komersial pada kuartal IV-2016 tercatat 107,29, atau tumbuh 0,60% (qtq), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (0,48%, qtq).

Pertumbuhan pasokan properti komersial pada kuartal IV-2016 terjadi di semua segmen, kecuali convention hall yang menurun (-0,12%, qtq) sebagai akibat pengurangan luasan convention hall dari Gedung Cakrawala (Deplu) yang tidak lagi dibuka untuk umum. Pertumbuhan pasokan tertinggi

terjadi pada segmen apartemen (3,11%, qtq), perkantoran (2,61%, qtq), dan hotel (2,03%, qtq).

Berdasarkan wilayah, pertumbuhan pasokan terjadi di semua wilayah, dengan pertumbuhan tertinggi di Bandung (2,37%, qtq), yang berasal dari segmen apartemen (4,48%, qtq) berupa penambahan pasokan apartemen segmen menengah di wilayah timur Kota Bandung.

Baca Juga: Suku Bunga 8% – 12%, Makin Banyak Konsumen Gunakan KPR

Wilayah Jabodebek juga mengalami pertumbuhan pasokan, yaitu sebesar 0,69% (qtq) terutama pada segmen apartemen jual seperti Apartemen Branz TB Simatupang (segmen atas); South Gate, Permata Hijau Suites, Aerium, Lavish, dan South Capital Residence (segmen menengah); dan pengembangan tower lanjutan dari apartemen eksisting, seperti Tokyo Riverside, The Oasis, dan Springlake Summarecon Bekasi (segmen menengah bawah).

Secara tahunan, indeks pasokan properti komersial juga tumbuh sebesar 2,12% (yoy), melambat dibandingkan kenaikan sebesar 2,29% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan pasokan terjadi pada semua segmen terutama apartemen (14,01%, yoy), khususnya apartemen jual (strata title), perkantoran (9,63%, yoy), dan hotel (8,69%, yoy).

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda