Properti Residensial: Harga Tersendat, Penjualan Terhambat

Secara kuartalan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah.

rumahtapak-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Perumahan menengah ke bawah untuk rakyat (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Harga properti residensial pada kuartal II-2018 tercatat melambat dibanding kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Properti Residensial yang mencapai 0,76% (qtq) di kuartal II-2018, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang menyentuh 1,42% (qtq).

Survei Harga Properti Residensial yang dirilis Bank Indonesia mencatat, secara tahunan kenaikan harga properti residensial juga melambat dari 3,69% (yoy) pada kuartal I-2018 menjadi 3,26% (yoy). Kondisi ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja bangunan.

Baca Juga: Pilih Investasi Properti Residensial atau Komersial, Simak Untung-Ruginya!

Secara kuartalan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tipe kecil turun dari 2,30% (qtq) menjadi 1,35% (qtq), rumah tipe menengah dari 1,31% (qtq) menjadi 0,68% (qtq), dan rumah tipe besar dari 0,64% (qtq) menjadi 0,27% (qtq).

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial terjadi di hampir semua kota, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Medan, yakni sebesar 2,94% (qtq).

Baca Juga: Asian Games 2018 Pengaruhi Harga dan Permintaan Properti Komersial

Secara tahunan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi di rumah tipe kecil dan besar. Kenaikan harga rumah tipe kecil melambat dari 6,07% (yoy) di kuartal I-2018 menjadi 4,77% (yoy) dan pada rumah tipe besar melambat dari 1,76% (yoy) menjadi 1,65% (yoy).

Sementara untuk rumah tipe menengah, kenaikan harga meningkat dari 3,27% (yoy) menjadi 3,40% (yoy). Berdasarkan wilayah, kenaikan harga properti residensial terjadi di hampir semua wilayah, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Surabaya (6,64%, yoy).

Kendala Penjualan Properti Residensial
Hasil survei menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal II-2018 turun sebesar -0,08% (qtq), lebih rendah dibandingkan 10,55% (qtq) pada kuartal sebelumnya, namun masih lebih tinggi dibandingkan -27,20% (qtq) pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurunnya penjualan pada kuartal II-2018 disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe menengah (-17,29%, qtq) dan rumah tipe besar (-4,00%, qtq), sedangkan penjualan rumah tipe kecil menguat dari -1,97% (qtq) menjadi 11,00% (qtq).

Baca Juga : Inilah Aturan Baru Uang Muka KPR yang Ditetapkan Bank Indonesia

Sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor utama yang menghambat pertumbuhan penjualan properti residensial pada kuartal II-2018 adalah tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), batasan minimum Down Payment (DP) kredit rumah, pajak, dan kenaikan harga bahan bangunan.

Berdasarkan lokasi proyek, pada kuartal II-2018 (per Juni 2018) suku bunga KPR tertinggi terjadi di Bengkulu (14,57%) dan terendah di Yogyakarta (8,98%).

Sementara berdasarkan kelompok bank, suku bunga KPR tertinggi di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar 12,25% dan terendah di Bank Persero sebesar 9,30%.

KPR Masih Jadi Pilihan Utama
Fasilitas KPR tetap menjadi sumber pembiayaan utama bagi konsumen dalam membeli properti residensial (75,21%), disusul tunai bertahap (16,13%) dan tunai keras (8,66%).

Pertumbuhan KPR dan KPA pada kuartal II-2018 secara kuartalan menguat dari 2,43% (qtq) pada kuartal sebelumnya menjadi 3,28% (qtq) dan secara tahunan menguat dari 11,99% (yoy) menjadi 13,52% (yoy).

Sementara itu, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada kuartal II-2018 sebesar Rp958 miliar atau secara tahunan tumbuh sebesar 102,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan -38,81% (yoy) pada kuartal sebelumnya dan 49,54% (yoy) pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara nasional, share penyaluran FLPP terhadap penyaluran KPR pada kuartal II-2018 sebesar 4,3%.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda