Proses Pembangunan Ibu Kota Baru Akan Contoh Renovasi GBK Jakarta

Konstruksi pembangunan infrastruktur ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur akan menghabiskan waktu selama empat tahun.

Ibukota Baru Indonesia, Kalimantan Timur, Kementeria PUPR, Basuki Hadimuljono,
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor; dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, saat selesai rapat membahas pembangunan ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Instagram @Kemenpupr)

RumahHokie.com (Jakarta) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menjelaskan pembangunan infrastruktur ibu kota baru di Kalimantan Timur, akan menggunakan proses yang sama seperti renovasi kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

“Proses design and build sama seperti dilakukan saat merenovasi Gelora Bung Karno, sehingga dengan inovasi tersebut dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Basuki, seperti dilansir dari akun Instagram resmi milik Kementerian PUPR, Selasa (27/08/2019).

Adapun konstruksi pembangunan infrastruktur dasar untuk ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur akan menghabiskan waktu selama empat tahun, dengan biaya Rp466 triliun.

Baca Juga: Ini Dia Gagasan Perencanaan Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan

Menteri PUPR menjelaskan proses pengerjaan infrastruktur ibu kota baru akan terbagi menjadi 3 kluster, yaitu desain kawasan dan tata ruang; prasarana dasar seperti jalan, air, dan sanitasi; serta pembangunan gedung-gedung pemerintahan.

“Pertama, untuk desain kawasan dan tata ruang ibukota baru, ditargetkan selesai hingga pertengahan tahun 2020,” kata Basuki¬†Hadimuljono.

Dia melanjutkan, sedangkan untuk prasarana dasar seperti jalan, bendungan, instalasi pengolahan air, dan sanitasi, akan dilakukan desain mulai sekarang. Pada fase ketiga, akan dilakukan pembangunan gedung-gedung pusat pemerintahan.

Baca Juga: Telan Rp466 Triliun, Pembangunan Ibukota Baru Indonesia Dimulai Pertengahan 2020

Untuk memulai pembangunan ini, Basuki mengatakan yang dikutip dari Tirto.id , pihaknya akan segera menyelesaikan rancangan infrastruktur dasar bagi ibu kota baru, setelah Presiden RI mengumumkan titik pastinya.

“Kami menekankan pada dua hal utama. Yaitu, jalan dan infrastruktur perairan berupa bendungan ibu kota baru. Untuk mengejar target, kami telah memikirkan solusinya dengan menggabungkan kontraktor dan konsultan,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pemindahan Ibukota, REI Beri Empat Masukan untuk Pemerintah

Wacana proses pembangunan ini merupakan tindaklanjut dari penetapan dua wilayah Provinsi Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai lokasi ibu kota baru oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Alasan kedua Kabupaten tersebut dipilih jadi ibu kota baru Indonesia di antaranya, karena dinilai memiliki risiko bencana alam yang minimal, baik banjir, gempa, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.

Selain itu, lokasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara dinilai lebih strategis, karena apabila ditarik koordinatnya berada di tengah wilayah Indonesia.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda