PUPR Alokasikan Rp694,98 Miliar Untuk Infrastruktur di Bengkulu

Guna mendukung pemerataan pembangunan di Provinsi Bengkulu, Pemerintah tingkatkan konektivitas antar daerah, melakukan juga penataan kawasan wisata.

Perbaikan sejumlah infrastruktur di Bengkulu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Foto; harianrakyatbengkulu.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Untuk meningkatkan konektivitas di Bengkulu, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana mencapai Rp694,98 miliar.

Menurut Basuki Hadimuljono, alokasi dana itu diperuntukkan  dalam Proyek Pelebaran Jalan Lintas Barat Sumatera (Western Indonesia National Road Improvement Project/WINRIP) dengan skema pembiayaan Loan IBRD mencapai 70%, 30% diantaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Kementrian PUPR Pastikan Kesiapan Infrastruktur Jalur Mudik

WINRIP di Bengkulu kata Basuki, pengerjaannya terbagi menjadi lima paket, empat diantaranya telah selesai. Paket pertama yang sudah selesai adalah pelebaran jalan Bantal-Mukomuko sepanjang 50,65 km dan menghabiskan dana mencapai Rp262 miliar.

Paket kedua adalah pelebaran jalan Ipuh-Bantal sepanjang 42,40 km, untuk konstruksinya membutuhkan dana mencapai Rp194,9 miliar.

Pengerjaan ketiga dan menjadi satu-satunya yang belum selesai adalah pelebaran jalan Sebelat-Ipuh sepanjang 30,50 km. Dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan paket ini mencapai Rp211,37 miliar. Hingga akhir Mei 2017, progres pengerjaan fisiknya mencapai 5,15%.

“Untuk paket keempat, Pemerintah melakukan pelebaran jalan Bintuan-Lais sepanjang 10,81 km. Proyek tersebut telah rampung dan menghabiskan dana sebanyak Rp44,41 miliar,” jelas Basuki.

Pengerjaan kelima yaitu pelebaran jalan Kerkap-Pasar Pedati sepanjang 20,95 km. Proyek tersebut telah selesai dan menghabiskan dana sebanyak Rp118,44 miliar.

Infrastruktur Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi
“Perbaikan sejumlah infrastruktur di Bengkulu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tercatat, pada kuartal I 2017 peningkatan pertumbuhannya sebesar 5,21%,” papar Basuki.

Dengan kelancaran konektivitas, pertumbuhan ekonomi Bengkulu dipastikan akan bergerak lebih cepat lagi.

Dalam mendukung pembangunan kota, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan wisata, yaitu Benteng Marlborough, ikon wisata Kota Bengkulu.

Penataan ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah setempat. Kementerian PUPR membangun pula ruang terbuka hijau dan koridor jalan sebagai ruang publik atau tata hijau yang memadai bagi masyarakat Bengkulu.

Setelah ditata, Kawasan Benteng Marlborough menjadi kawasan yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, dilengkapi juga oleh tempat wisata kuliner.

Penataan yang dimulai sejak awal Mei 2017, progres fisik baru 5% dan diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2017.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda