PUPR Prioritaskan Pembangunan Nasional 2015-2019

Guna memperioritaskan infrastruktur, PUPR tengah mengembangkan konsep wilayah pengembangan strategis (WPS).

Rudi M Siahaan: Hingga 2025 PUPR menargetkan sejumlah wilayah menjadi kota layak huni, aman dan nyaman untuk menciptakan kota yang cerdas.

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam gelaran diskusi Indonesia Housing Forum, membahas peluang dan tantangan industri properti di Jabodetabek semester II tahun 2017.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Indonesia memiliki tantangan pembangunan, khususnya infrastruktur.

Menurut Rudi M Siahaan selaku Kepala Bidang Perkotaan dan Kota Baru, Badan Pengembangan Infrastruktur PUPR, Indonesia siap membenahi sejumlah sektor, Selasa, 23/5/2017.

Baca juga: Kementerian PUPR Bentuk Keamanan Sistem e-FLPP

Dari data Global Competitiveness Index WEF, 2016, peringkat indeks daya saing global pada tahun 2016-2017, Indonesia mengalami penurunan. Namun, indeks daya saing infrastruktur Indonesia mengalami peningkatan peringkat.

Menurutnya, dari tantangan daya saing nasional, Indonesia masih belum kuat karena keterbatasan dukungan infrastruktur (termasuk konektivitas).

“Tantangan lain yang siap kami hadapi termasuk mengatasi tingginya urbanisasi. Data statistik, 53% penduduk tinggal di kawasan perkotaan,” terang Rudi.

Pemanfaatan sumber daya yang belum optimal dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi juga jadi perhatian Pemerintah.

Sejumlah tantangan lain PUPR termasuk penyediaan perumahan dan permukiman. Hingga tahun 2015, backlog perumahan mencapai 7,6 juta.

“Pemerintah juga berupaya menyediakan rumah layak huni. Hingga 2015 tercatat, lebih kurang 3,4 juta unit tercatat sebagai rumah layak huni. Meluasnya permukiman kumuh (38.000 hektar) juga jadi konsentrasi Pemerintah membenahi rumah rakyat,” kupas Rudi.

Dalam hal ini, Pemerintah bakal menerapkan langkah strategi penanganan guna memenuhi standar pelayanan perkotaan.

Hingga 2025 PUPR menargetkan sejumlah wilayah menjadi kota layak huni, aman dan nyaman untuk menciptakan kota yang cerdas.

Siap Mewujudkan Sistem Perkotaan
PUPR juga menargetkan untuk mewujudkan sistem perkotaan nasional pada tahun 2035, guna menciptakan kota hijau dan berketahanan iklim dan berencana terpenuhi di semua kota di Indonesia.

“Kedepan, kami juga tengah mengembangkan konsep wilayah pengembangan strategis (WPS). Bagi PUPR, perkotaan sebagai bagian penting dalam pengembangan wilayah,” papar Rudi.

Menurutnya, pembangunan berbasis WPS merupakan pendekatan yang memadukan antara pengembangan wilayah dengan market driven. Fokus pada pengembangan infrastruktur wilayah strategis jadi langkah cermat guna mempercepat pertumbuhan kawasan.

Untuk bisa menerapkan konsep itu kata Rudi, diperlukan keterpaduan perencanaan antara infrastruktur dengan pengembangan kawasan strategis dalam WPS.

“Konsep ini diperlukan sinkronisasi antara infrastruktur (fungsi, lokasi, waktu, besaran dan dana),” tegasnya.

Lewat infrastruktur, PUPR memprioritaskan pembangunan nasional 2015-2019. Pemerintah berkeinginan untuk menciptakan 12+10 kawasan strategis metropolitan + kota baru, 17 kawasan industri, 10 kawasan strategis pariwisata nasional, 40 kawasan perdesaan, 15 provinsi sebagai lumbung pangan serta membentuk konektivitas multimoda.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda