Rambah Indonesia, Suteki Home Incar Koridor Jakarta – Karawang

Dalam membangun rumah, pengembang asal Jepang ini mengedepankan sisi kualitas. Bahkan gap ukuran 1 milimeter pun tak bisa ditolerir.

RumahHokie.com (Jakarta) – Potensi bisnis properti di Indonesia masih dianggap prospektif di mata pengembang asing. Tercatat, pengembang asal Jepang, China, Hongkong, Australia, Singapura, dan Swiss melirik beberapa lokasi di Tanah Air—salah satunya Suteki Home.

Dalam membangun rumah, pengembang asal Negeri Matahari Terbit ini mengedepankan sisi kualitas.

Takehiro Uehara, Direktur PT Suteki Nice Indonesia mengatakan, di Indonesia banyak rumah mahal, tapi pembuatannya tidak sempurna. Sebagian rumah mewah ini malah mengalami kebocoran. Padahal, imbuhnya, di Jepang setiap rumah digaransi tidak retak dan bocor selama 10 tahun.

“Di sini, atap bocor kerap dianggap sepele. Padahal, kebocoran atap bisa mengakibatkan kerusakan dinding dan struktur atap,” kata Takehiro kepada RumahHokie.com.

Dalam membangun rumah, Suteki Home menggunakan standar Jepang, dimana struktur bangunan harus kuat dengan kalkulasi kekuatan konstruksi yang baik.

“Kami tidak menolerir gap ukuran bahkan hanya satu milimeter di semua bagian rumah, terutama struktur, sehingga semua bentuk benar-benar presisi dan lurus sempurna. Gap ukuran ini kerap membuat dinding tak lurus atau bentuk langit-langit yang tak rata, bahkan rawan gempa,” jelasnya.

Menurutnya, harga rumah lebih mahal dari mobil dan merupakan aset jangka panjang, sehingga pembuatannya pun harus baik.


Memilih Indonesia

katsumata kiyotoshi - Presiden Direktur SUTEKI HOME - rumahhokie - dokKatsumata Kiyotoshi, Presiden Direktur PT Suteki Nice Indonesia mengungkapkan, pihaknya memilih Indonesia sebagai tempat melebarkan sayap bisnis lantaran memiliki populasi tinggi, keempat di dunia.

“Di Indonesia, ekonomi pun meningkat sementara lahan masih luas. Hal ini membuat potensi sektor properti masih tinggi,” kata Katsumata.

Kendati demikian, lanjutnya, Indonesia memerlukan transfer ilmu dan teknologi dari luar negeri untuk membuat hunian dengan lebih sempurna.

“Kami ingin mengedukasi SDM di Indonesia supaya bisa membangun rumah dengan baik dengan standar Jepang. Untuk itu Kami tidak membawa tenaga kerja tukang dari Jepang, hanya supervisor untuk mengedukasi para tukang,” tuturnya.

Proyek Perdana di Deltamas
takehiro uehara - suteki home - rumahhokie - by anto erawan
Takehiro memaparkan, saat ini Suteki tengah membangun dua unit rumah di kawasan perumahan Deltamas, Cikarang, yakni tipe Tsubaki (LB/LT: 147/200) dan Yuri (145/200).

“Rumah ini dibuat dengan kualitas tinggi, menggunakan struktur baja yang diimpor dari Australia dan pondasi dari Jepang. Kendati demikian, material lokal untuk pembangunan rumah ini mencapai 70%,” tutur Takehiro yang mengatakan material lokal sangat diperlukan untuk menghemat pengeluaran.

Dia mengungkapkan, Suteki Home akan mengadakan open house kedua unit rumah ini pada Sabtu, 15 Oktober 2016. Kedua rumah ini dibanderol dengan harga berkisar Rp3,5 miliar per unit.

“Proyek di Deltamas merupakan milestone buat kami. Saat ini sudah ada beberapa pemilik lahan dan pengembang yang mengajak bekerjasama, namun kami belum memutuskan akan bekerjasama dengan siapa,” kata Takehiro.

Meski demikian, dia menyebut di 2017, Suteki Nice akan membangun 50 – 100 unit rumah di koridor Jakarta-Karawang. Target market utamanya, tak lain ekspatriat asal Jepang.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda