Modern Halal Valley ModernCikande Fokus Tiga Jenis Industri

Dengan sumber daya, tenaga kerja, dan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sebagai market, bukan mustahil Modern Halal Valley bakal memicu munculnya halal industry di Tanah Air sehingga bisa menggeser Malaysia sebagai produsen produk halal terbesar di dunia.

Pascall Wilson - PT Modern Industrial Estat - modern cikande - santo PI - rumahhokie - dok
Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat (Foto: Yuniar Susanto - Majalah Properti Indonesia)

RumahHokie.com (Cikande) – PT Modern Industrial Estat membuka era baru industri halal di Indonesia dengan memulai pembangunan Modern Halal Valley di kawasan ModernCikande Industrial Estate.

Pada tahap awal, anak usaha PT Modernland Realty, Tbk. tersebut menggelontorkan investasi sebesar Rp500 miliar (di luar lahan) untuk mengembangkan 150 hektar kawasan industri halal ini.

Baca Juga: ModernCikande Resmikan Modern Halal Valley, Kawasan Industri Halal Terbesar di Indonesia

Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat menjelaskan, dengan total lahan 500 hektar, Modern Halal Valley dikembangkan dalam tiga tahap.

“Tahap pertama kami kembangkan 150 hektar, di tahap kedua 150 hektar, dan di tahap ketiga 200 hektar. Akan tetapi semua tergantung perkembangan market,” ungkap Parcall kepada sejumlah pewarta di sela acara peletakan batu pertama Modern Halal Valley, Rabu (10/10/2018).

Jika dilihat dari market plan, imbuh Pascall Wilson, pembangunan tahap awal Modern Halal Valley akan meliputi connecting jalan dari gerbang sampai fasilitas, laboratorium halal, kantor penunjang seperti kantor BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), LPPOM MUI, sampai kantor manajemen Modern Halal Valley sendiri.

Baca Juga: Modernland Luncurkan “Halal Industry” di ModernCikande

Untuk keperluan logistic park disediakan area 50 hektar, kemudian sebagian lahan untuk port, sedangkan lebih dari 60% lahan untuk industri, baik UKM maupun industri besar.

“Kami menyediakan lahan terkecil berukuran 1.200 meter persegi untuk SFB (standard factory building), sedangkan yang terbesar kalau mau beli tanah sampai 100 hektar pun kami siap,” jelas Pascall.

Fokus Tiga Jenis Industri
Pascall mengatakan, di tahap awal ini, pihak pengembang fokus pada tiga jenis industri, yaitu mamin (makanan dan minuman), obat-obatan, dan kosmetik.

Menurutnya, market Indonesia cukup luas, terutama di sisi konsumsi, sehingga pihaknya mengambil kesimpulan bahwa ketiga jenis industri ini yang paling kuat.

Baca Juga: Akses Tol Baru Tingkatkan Potensi Bisnis ModernCikande

“Kami pun sudah mendapat beberapa inquiry, sekitar 90 hektar, dari perusahaan (yang bergerak di industri) mamin dan kosmetik. Ada perusahaan lokal juga dari mancanegara, tapi masih dari negara Asia,” kata Pascall.

Dia mengatakan, untuk delivery ke konsumen, di tahap awal ini PT Modern Industrial Estat mematok waktu satu tahun, karena pihaknya memerlukan persiapan sampai lahan matang dan siap bangun, baik bangunan maupun fasilitasnya.

Kalahkan Malaysia?
Lebih lanjut Pascall menuturkan, harga lahan untuk kawasan industri halal ini tidak berbeda dengan kawasan industri lain di ModernCikande, yakni mulai Rp2 juta per meter persegi.

Di sisi lain, fasilitas pun tak banyak berbeda dari kawasan industri pada umumnya, seperti infrastruktur dan lain-lain. Bedanya, di kawasan halal industry ini terdapat laboratorium halal dan konsep kawasan dibuat fully integrated.

“Jadi kami menjamin semua barang sejak diproduksi hingga dipasarkan  terjaga kehalalannya,” ujar Pascall.

Baca Juga: Punya Banyak Kelebihan, ModernCikande Jadi Kawasan Industri Percontohan

Dia berharap, Modern Halal Valley bisa meningkatkan nilai ekspor Indonesia, terutama produk-produk halal, karena Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia.

“Penduduk kita 85% muslim. Mengapa kita tidak memproduksi produk halal di negara kita sendiri? Kita punya resources, SDM, dan market. Itulah yang kami usahakan di Modern Halal Valley. Kami menyediakan wadah, fasilitas dan kemudahan,” papar Pascall.

Saat RumahHokie.com menanyakan target Modern Halal Valley untuk menggeser Malaysia sebagai pengekspor produk halal terbesar di dunia, Pascall mengatakan dirinya masih belum bisa menjawab.

“Tapi, sebagai negara muslim terbesar di dunia, maunya kita yang jadi raja (pengeksor produk halal),” paparnya.

Kendati demikian, Pascall juga mengakui bahwa Indonesia masih belum memiliki regulasi terkait produk halal. Peraturan ini masih dalam bentuk draft di Kementerian Agama.

“Kami masih menunggu kementerian untuk menerbitkan PP-nya. Kami berharap tahun ini bisa keluar,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda