REI DKI Jakarta Gali Potensi Investasi Properti Generasi Milenial

Tiga atau lima tahun ke depan, generasi milenial akan menjadi pembeli potensial produk properti, seiring dengan makin dewasanya pola pikir dan besarnya penghasilan.

Rakerda Rei DKI Jakarta 2019 milenial bicara properti-anto-erawan-rumahhokie-dok
Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI DKI Jakarta, 20 November 2019 (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Generasi milenial dinilai sebagai calon pembeli properti potensial di masa depan. Kendati demikian, gaya hidup yang cenderung hedonis dan boros membuat banyak di antara mereka belum memiliki impian memiliki properti.

Begitu pentingnya pasar generasi milenial, membuat Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta menggelar diskusi bertajuk “Milenial Bicara Properti” sebagai bagian dari acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI DKI Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga: Mengapa Milenial Susah Miliki Rumah? Ini Dia Alasannya

Diskusi yang dibagi dalam dua sesi ini menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Yuswohady (Inventure Indonesia), Prita gozhie (Zap Finance), Dimas Harry (Decoruma), Nikita Willy (public figure), Teorangga (adhouse Clarion), dan Margaretha Astaman (blogger).

Yuswohady, Managing Partner Inventure Indonesia menuturkan, saat ini generasi milenial memang terbilang sangat konsumtif dan cenderung tidak memikirkan investasi, termasuk investasi properti.

Baca Juga: Rumah Sewa Dianggap Tepat untuk Hunian Generasi Milenial

Kendati demikian, penulis buku “Millennials Kill Everything” ini memperingatkan para developer bahwa tiga atau lima tahun ke depan, generasi milenial akan menjadi pembeli potensial produk properti, seiring dengan makin dewasanya pola pikir dan besarnya penghasilan.

“Yang diperlukan oleh mereka ada edukasi sehingga mereka tertarik berinvestasi properti. Bila para pengembang tidak bisa membuat generasi milenial membeli properti, bisa jadi banyak pengembang yang akan mati (gulung tikar – red),” terang Yuswohady di sela acara diskusi.

Sarana Edukasi
Sementara itu, Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta menjelaskan, potensi generasi milenial dalam membeli properti mulai terlihat, karena mereka berpenghasilan cukup besar.

“Bila penghasilan digabung dengan pasangannya, tentu lebih besar lagi buying power-nya. Jadi mestinya generasi milenial mampu mencicil KPR Rp2,5 juta sampai Rp3 juta per bulan,” kata Amran kepada awak media.

Baca Juga: Amran Nukman: Regulasi Pemerintah Pengaruhi Prospek Properti Tanah Air

Dia mengatakan, tujuan dari dua sesi diskusi ini adalah untuk mengedukasi dan membuka mata generasi milenial agar tertarik membeli properti. Pasalnya, mereka saat ini mampu membeli secangkir kopi yang harganya bisa mencapai Rp50 ribu.

“Kami berusaha menjelaskan, membeli kopi dengan membeli rumah itu beda. Beli kopi itu konsumtif, sementara beli rumah itu investasi. Beli kopi akan habis saat itu, sementara beli rumah akan tetap ada dan harganya meningkat. Milenial jangan hanya jalan-jalan ke luar negeri, karena (fotonya) bisa diposting (di sosial media), tapi harus memaksakan beli rumah. Bila ada sisa uang, baru buat jalan-jalan. Jangan dibalik pola pikirnya,” urai Amran Nukman.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda